cahya islam

SIFAT-SIFAT ALLAH

Posted on: 24 April 2009

Sebagai Sang Khalik, Allah swt memiliki sifat-sifat yang tentunya tidak sama dengan sifat yang dimiliki oleh manusia ataupun makhluk lainnya. Mengenal sifat-sifat Allah dapat meningkatkan keimanan kita. Seseorang yang mengaku mengenal dan meyakini Allah itu ada namun ia tidak mengenal sifat Allah, maka ia perlu lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Sifat-sifat Allah yang wajib kita imani ada 20, diantaranya:

  1. Wujud
    Sifat Allah yang pertama yaitu Wujud. Wujud artinya ada. Umat muslim yang beriman meyakini bahwa Allah swt ada. Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya. Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta isinya ada karna Allah yang menciptakannya.
    Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. “ (QS. Al-A’raf: 54)
  2. Qidam
    Qidam berarti dahulu atau awal. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan.
    Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. “ (QS. Al-Hadid: 3)
  3. Baqa’
    Sifat Allah Baqa’ yaitu kekal. Manusia, hewan ,tumbuhan, dan makhluk lainnya selain Allah akan mati dan hancur. Kita akan kembali kepadaNya dan itu pasti. Hanya Allah lah yang kekal.
    Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. “ (QS. Ar-Rahman: 26-27)
  4. Mukhalafatu lil hawadits
    Sifat Allah ini artinya adalah Allah berbeda dengan ciptaanNya. Itulah keistimewaan dan Keagungan Allah swt.
    Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. “ (QS. Asy-Syura: 11)
  5. Qiyamuhu binafsihi
    Sifat Allah selanjutnya yaitu Qiyamuhu binafsihi, yang artinya Allah berdiri sendiri. Allah menciptakan alam semesta, membuat takdir, menghadirkan surga dan neraka, dan lain sebagainya, tanpa bantuan makhluk apapun. Berbeda dengan manusia yang sangat lemah, pastinya membutuhkan satu sama lain.
    ALLAH, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. “ (QS. Ali-Imran: 2)
  6. Wahdaniyyah
    Sifat Allah Wahdaniyyah yaitu esa atau tunggal. Hal ini sesuai dengan kalimat syahadat, Asyhadu alaa ilaa ha illallah, Tiada Tuhan selain Allah.
    Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain ALLAH, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci ALLAH yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. “ (QS. Al-Anbiya: 22)
  7. Qudrat
    Qudrat adalah berkuasa. Sifat Allah ini berarti Allah berkuasa atas segala yang ada atau yang telah Ia ciptakan. Kekuasaan Allah sangat berbeda dengan kekuasaan manusia di dunia. Allah memiliki kuasa terhadap hidup dan mati segala makhluk. Kekuasaan Allah itu sungguh besar dan tidak terbatas, sedangkan kekuasaan manusia di dunia dapat hilang atas kuasa Allah swt.
    Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu. “ (QS. Al-Baqarah: 20)
  8. Iradat
    Iradat berarti berkehendak. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt memiliki kehendak atas semua ciptaanNya. Bila Allah telah berkehendak terhadap takdir atau nasib seseorang, maka ia takkan dapat mengelak atau menolaknya. Manusia hanya dapat berusaha dan berdoa, namun Allah lah yang menentukan. Kehendak Allah ini juga atas kemauan Allah tanpa ada campur tangan dari manusia atau makhluk lainnya.
    Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).
  9. Ilmu
    Ilmu artinya mengetahui. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak terlihat. Tiada yang luput dari penglihatan Allah.
    Katakanlah (kepada mereka): Apakah kamu akan memberitahukan kepada ALLAH tentang agamamu (keyakinanmu), padahal ALLAH mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.”  (QS. Al-Hujurât: 16)
  10. Hayat
    Sifat Allah Hayat atau Hidup. Namun hidupnya Allah tidak seperti manusia, karena Allah yang menghidupkan manusia. Manusia bisa mati, Allah tidak mati, Ia akan hidup terus selama-lamanya.
    Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” (QS. Al-Baqarah: 255)
  11. Sam’un
    Sifat Allah Sam’un atau mendengar. Allah selalu mendengar semua hal yang diucapkan manusia, meskipun ia berbicara dengan halusnya atau tidak terdengar sama sekali. Pendengaran Allah tidak terbatas dan tidak akan pernah sirna.
    Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS. Al-Maidah: 76)
  12. Basar
    Basar artinya melihat. Penglihatan Allah juga tidak terbatas. Ia dapat melihat semua yang kita lakukan meskipun kita melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Allah mampu melihat, naik yang besar maupun yang kecil, yang nyata maupun kasat mata. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah Maha Sempurna.
    Sesungguhnya ALLAH mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Al-Hujurat: 18)
  13. Kalam
    Kalam artinya berfirman. Sifat Allah ini dapat kita lihat dengan adanya Al Quran sebagai petunjuk yang benar bagi manusia di dunia. Al Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.
    Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. “ (QS. An-Nisa: 164)
  14. Qadirun
    Sifat Allah ini berarti Allah adalah Dzat yang Maha Berkuasa. Allah tidak lemah, Ia berkuasa penuh atas seluruh makhluk dan ciptaanNya.
    Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu. “ (QS. Al Baqarah: 20).
  15. Muridun
    Allah memiliki sifat Muridun, yaitu sebagai Dzat Yang Maha Berkehendak. Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.
    Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki. “ (QS.Hud: 107).
  16. ‘Alimun
    Sifat Allah ‘Alimun, yaitu Dzat Yang Maha Mengetahui. Allah mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.
    Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu. “ (QS. An Nisa’: 176).
  17. Hayyun
    Allah adalah Dzat Yang Hidup. Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.
    Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati. “ (QS. Al Furqon: 58).
  18. Sami’un
    Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar. Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.
    Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. “ (QS. Al Baqoroh: 256).
  19. Basirun
    Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat. Sifat Allah ini tidak terbatas seperti halnya penglihatan manusia. Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.
    Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Al Hujurat: 18).
  20. Mutakallimun
    Sifat Allah ini berarti Yang Berbicara. Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran. Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah swt.
About these ads

80 Tanggapan to "SIFAT-SIFAT ALLAH"

Trima kasih telah menuliskan artikel yg menyejukan ini.Semoga setelah membaca artikel ini,saya bisa lebih mengenal dan mencintaiNya sehingga saya bisa melihat keindahanNya dengan mata hati yg sedang sakit ini sebelum datang kematian saya.smoga kita semua bisa berkumpul d surga Allah swt kelak.amien..

Amin.

Amin….

terimakasih telah meulis artike ini, sangat membantu buat saya terutama sebagai panduan untuk membantu mengerjakan pr anak saya.

terimakasih,
sudah menulis artikel ini
membantu adik saya belajar

assalamualaikum wr.wb
aku mau tanya……! perbedaan sifat Allah dengan Asmaul husna itu apa ya….? tolong dijelaskan……..! terimakasih

sifat allah adalah sifat allah, Asmaul Husana adalah nama-nama allah,

@Ari
Mohon maaf apabila ilmu saya tidak cukup bagus untuk menjelaskan.
– Sifat Allah: Sifat Allah adalah sifat yang berdiri pada zat Allah. contohnya jika ada orang yang dermawan. sifat dermawan tersebut terdapat pada orang tersebut.
– Asma’ul husna: Nama-nama Allah yang lain.

jadi ada berbeda antara sifat dan asmaul husna.

wassalam

klo mw ngopy artikel iniey……. gmna caranya ya ??????

tolong d balas secptNy……
karna artikel iniey mw sya pke’ kamis bsog…….
bwt presentase……

silahkan di copy paste mbak wulan
syukron :)

tpi sdah sya coba bebrp kli ttep gak bisa……….

trimakasih telah membantu yasa mengerjakan pr ini..
thanks
thanks
thanks

Ada beberapa sifat Allah yang wajib kita pahami sehingga kita tidak tersesat menyembah Tuhan yang salah. Jika kita pelajari sifat Allah yang sejati, niscaya kita tidak akan menyembah Tuhan yang banyak, Tuhan yang bisa Mati, Tuhan yang Dilahirkan, dsb.

Selain sifat Wujud, sifat lain yang harus dipahami adalah:

2. Qidam (Terdahulu)

Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).

“Dialah Yang Awal …” [Al Hadiid:3]

Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga manusia.
“Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?” [Al Mu'min:62]

Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.

Sebagai contoh, tidak mungkin lukisan Monalisa ada lebih dulu sebelum pelukis yang melukisnya, yaitu Leonardo Da Vinci. Demikian juga Tuhan. Tidak mungkin makhluk ciptaannya muncul lebih dulu, kemudian baru muncul Tuhan.

3. Baqo’ (Kekal)

Allah itu Baqo’ (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana’ (Binasa).
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana’ atau mati, bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia?

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati…” [Al Furqon 58]

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” [Ar Rahman:26-27]

Karena itu jika ada “Tuhan” yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi manusia biasa.

Hikmah: Jika kita mencintai Allah yang Maha Kekal dan selalu ada dan menjadikanNya teman serta pelindung, niscaya kita akan tetap sabar meski kehilangan segala yang kita cintai.

4. Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)

Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits). Kalau sama dengan makhluknya misalnya sama lemahnya dengan manusia, niscaya “Tuhan” itu bisa mati dikeroyok atau disalib oleh manusia. Mustahil jika “Tuhan” itu dilahirkan, menyusui, buang air, tidur, dan sebagainya. Itu adalah manusia. Bukan Tuhan!

Allah itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha Perkasa. Maha Hebat. Dan segala Maha-maha yang bagus lainnya.

“…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia…” [Asy Syuura:11]

Misalnya sifat “Hidup” Allah beda dengan sifat “Hidup” makhluknya. Allah itu dari dulu, sekarang, kiamat, dan hingga hari akhirat nanti tetap hidup. Sebaliknya makhluknya seperti manusia dulu mati (tidak ada). Setelah itu baru dilahirkan dan hidup. Namun itu pun hanya sebentar. Paling lama 1000 tahun. Setelah itu mati lagi dan dikubur. Jadi meski sekilas sama, namun sifat “Hidup” Allah beda dengan makhlukNya.

Demikian juga dengan sifat lain seperti “Kuat.” Allah selalu kuat dan kekuatannya bisa menghancurkan alam semesta. Sementara manusia itu dulu ketika bayi lemah dan ketika mati juga tidak berdaya. Saat hidup pun jika kena tsunami atau gempa apalagi kiamat, dia akan mati.

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya)

Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhluknya.

“.. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Al ‘Ankabuut:6]

“Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa’ 111]

Di dunia ini, semua orang saling membutuhkan. Bahkan seorang raja pun butuh penjahit pakaian agar dia tidak telanjang. Dia butuh pembuat bangunan agar istananya bisa berdiri. Dia butuh tukang masak agar bisa makan. Dia butuh pengawal agar tidak mati dibunuh orang. Dia butuh dokter jika dia sakit. Saat bayi, dia butuh susu ibunya, dan sebagainya.

Sebaliknya Allah berdiri sendiri. Dia tidak butuh makhluknya. Seandainya seluruh makhluk memujiNya, niscaya tidak bertambah sedikitpun kemuliaanNya. Sebaliknya jika seluruh makhluk menghinaNya, tidaklah berkurang sedikitpun kemuliaanNya.

“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” [ Faathir 15]
Hikmah: Tidak sombong dan memohon hanya kepada Allah. Karena Manusia ketika lahir butuh bantuan. Demikian pula ketika mati meski dia kaya dan berkuasa

Silahkan baca selengkapnya di:

http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui

http://media-islam.or.id/2010/05/24/tulisan-tulisan-islam-yang-menarik-untuk-dibaca

sukur alhamdulilah,
terima kaseh.

salam buat sahabat di segenap nusantara…..membaca coretan kalian…hati ini terlalu sedih dan pilu….kerana…terasa diri ini terlalu kerdil dalam mencari pedoman untuk mencintai yang Maha Berkuasa….kalian tahu… Aku amat mencintaiNya sehingga setiap kali ku tatap kalamNya titisan air mata mengalir laju….cinta dan rinduku padaNya hanya Dia jugalah yg tahu dan tak bisa ku gambarkan…Tapi sayang sekali aku tidak tahu gimana harus ku mula untuk memburu cintaNya….sekiranya kalian ada yang berpengetahuan luas sudilah kiraNya tuan membimbingku kearah cintaNya aku menanggung rindu yg teramat…bagai Darwis yg gila berahi….tolonglah tuan….

amiinn

salam.
di mana saya harus cari jika ingin melihat tentang sifat-sifat allah yang lain iaitu 20 sifat mustahil bagi allah dan 1 sifat harus bagi allah?lg satu mcm mn nak copy page ni???
terima kasih………….XD

Terima kasih tulisan anda bermanfaat sekali
terus menulis.

teRImakasih sifat sifat allah sangat bermanfaat bg aku. . semoga tetap semangat menulis karya karya yg bru

semoga kita semua selalu mendapat rahmat dan petunjuk dari ALLAH SWT.

hemmhhh … watashiwa anata o aishite .. aku cinta KAMU ya Allah ..

Assalamu’alaikum wr wb.
Wahai saudaraku seiman, tulisan diatas cukup baik bagi para pembaca. Namun lebih afdhal apabila diberikan ulasan shahih, awal pengelompokkan sifat wajib Allah SWT.
Lebih disayangkan apabila tulisan tersebut di atas, walaupun sudah didasari oleh ayat2 dari kitab suci Al-Qur’an, namun pada hakikatnya merupakan usaha otak kita dalam “mencapai” dzat Allah, yang menurut saya tidak akan pernah mampu otak kita (alam pikiran manusia) mendeskripsikan Allah. Wallahu ‘alam bi shawwab
Semoga bermanfaat.

Salam.!!!!..tulisan2 menarik,,,best,,,lah…..!!!

please price list

please price list

Mengertilah Allah,.. Allah akan mengerti kita!!!

Jika anda mengetahui ALLAH, Segeralah menuju masjid, lakukanlah Sholat fardhu di awal waktu, selesai sholat dan berdzikir, dirikanlah sholat rawatib(badiyah)sebagai pelengkap sholat fardhu. Agar saudara bisa hidup disiplin dalam beribadah.

Alhamdulilah…… Trimakasih sob.

sifat Allah yg kekal

thanks gan…berguna bget ne…jgn lpa mmpir ke blog gw ya

thanks..

trimakasih ya telah menuliskan artikel ini, semoga dirodhoi allah swt.
Tolong tulis kan juga yg bacaan nya ya. :):)

trimakasih ya telah menuliskan artikel ini, semoga dirodhoi allah swt. :)

tq u artikelnya>>sangat berguna….

trima ksih bnyk..
tambahan ilmu neh..

tq byk2 kongsi kn imu ni..
mge2 dberkti Allah

SIFAT-SIFAT ALLAH SWT WAJIB KITA IMANI. JIKA KITA MENGAKU MUSLIM INGATLAH ALLAH, DAN JANGANLAH ANDA BERPALING DAN MENJAUHKAN DIRI DARI ALLAH SWT, KERJAKANLAH SHALAT DI AWAL WAKTU, BACA RUKUN-RUKUN SHALAT. KALAU BISA, TERJEMAHKAN DI DALAM HATI. SELESAI SHALAT, BERDZIKIRLAH DAHULU, KEMUDIAN TAMBAHKAN SHALAT RAWATIB. (Sebagai pelengkap kekurangan sholat anda yang tidak khusyu)BEGITU SAUDARA!

maha suci ALLAH,,,!
Apabila kita renungi dengan seksama,,,!
Sungguh indah ke 20 sifat itu,,,!
Trimakasih admin,,,!
Coretanmu ”Sangat bermanfa’at”

matur nuwun pakde…

hahaha pakde ogg :D

@salamKenal

ada tau merah dalima

sgt bagus utk mnjadi yakin dan taqwa. tku

mudah diamalkan

terimakasih infonya

ianya elok untk diamalkan dan kita wajib tahu bahawa sifat-sifat allah

kita wajib mengenali sifat 2 allah……………

Terima kasih, izin copy Gan

Assalammualai ikum wr..wb..kt……….
saya ingin bertanya,,, tentang sifat Allah yg pertama,, yaitu (Wujut)
setiap barang yang bernama, pasti ada wujut..
seperti Allah, atas kehadiran nya,telah menciptakan Manusia dan Lain nya.. Dia lah yang harus kita sembah s’umur hidup..
Jadi pertanyaan saya,,,??
“karna Allah itu wujut,yaitu ADA. wajib kah bagi kita untuk mengetahuinya dan mengenali nya.
Jika kita tidak mengenal Nya,,maka percuma kita beribadah.
Kalaw selama ini hanya menyembah Nama.
LaLu kemana kita mengarahkan Amal-Amalan kita,,..??
Dan bagai mana kah cara kita untuk Mengenalinya,,
Tolong di balas…

mohon maaf kalaw pertanyaan saya, ada yang salah,,!!

Nhur Fazlie @

))))))))))))))))))*
Didalam Alquran kan sudah sangat jelas diterangkan oleh Allah SWT
Bahwa “Allah itu tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata makhluk”Nya, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”
(QS Al-An’am 6:103)

Namun Allah berjanji bahwa diSyurga kelak,Allah akan memberikan kenikmatan Syurga dengan mengizinkan hamba2Nya yang Shaleh dan ta’at kepada semua perintahNya untuk melihat wajahNya.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ. إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
(Qs Al-Qiyaamah 22-23)
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat”

Penafsiran ayat ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala ketahui dan kehendaki (bukan berdasarkan akal dan hawa nafsu manusia), dan semua hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan masalah ini adalah (benar) seperti yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan, dan maknanya seperti yang beliau inginkan. Kita tidak boleh membicarakan masalah ini dengan menta’wil (menyelewengkan arti yang sebenarnya) dengan akal kita (semata-mata), serta tidak mereka-reka dengan hawa nafsu kita, karena tidak akan selamat (keyakinan seseorang) dalam beragama kecuali jika dia tunduk dan patuh kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta mengembalikan ilmu dalam hal-hal yang kurang jelas baginya kepada orang yang mengetahuinya (para ulama Ahlus sunnah)”

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(Qs Yunus ayat 26)
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya”

Arti “tambahan” dalam ayat ini ditafsirkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih, yaitu kenikmatan melihat wajah Allah Ta’ala, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling memahami makna firman Allah Ta’ala.

Dan bagi kaum kafir penduduk Neraka,mereka akan terhalang untuk melihat wajah Allah SWT karena Allah murka kpd mereka!

كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ
(QS Al-Muthaffifin ayat 15)
“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari kiamat benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka”
—–!!

N F @
Jangan spt kaum pagan yg hanya percaya kpd tuhan yg apabila ada gambar atau patung ilustrasi yg dibuat oleh nenek moyang mereka yg mengada2(Berhala) !
Mereka2 ini menolak bahwa Tuhan itu tdk dapat dilihat manusia(didunia).
Mereka maunya sama yg kelihatan!
Na’udzubillahi mindzalik,jgn sampai kita spt kaum Jahhiliyah begitu!

))))))))))))))))))*
Didalam Alquran kan sudah sangat jelas diterangkan oleh Allah SWT
Bahwa “Allah itu tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata makhluk”Nya, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”
(QS Al-An’am 6:103)

Namun Allah berjanji bahwa diSyurga kelak,Allah akan memberikan kenikmatan Syurga dengan mengizinkan hamba2Nya yang Shaleh dan ta’at kepada semua perintahNya untuk melihat wajahNya.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ. إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
(Qs Al-Qiyaamah 22-23)
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat”

Penafsiran ayat ini adalah sebagaimana yang Allah Ta’ala ketahui dan kehendaki (bukan berdasarkan akal dan hawa nafsu manusia), dan semua hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan masalah ini adalah (benar) seperti yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan, dan maknanya seperti yang beliau inginkan. Kita tidak boleh membicarakan masalah ini dengan menta’wil (menyelewengkan arti yang sebenarnya) dengan akal kita (semata-mata), serta tidak mereka-reka dengan hawa nafsu kita, karena tidak akan selamat (keyakinan seseorang) dalam beragama kecuali jika dia tunduk dan patuh kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta mengembalikan ilmu dalam hal-hal yang kurang jelas baginya kepada orang yang mengetahuinya (para ulama Ahlus sunnah)”

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(Qs Yunus ayat 26)
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala). Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya”

Arti “tambahan” dalam ayat ini ditafsirkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih, yaitu kenikmatan melihat wajah Allah Ta’ala, dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling memahami makna firman Allah Ta’ala.

Dan bagi kaum kafir penduduk Neraka,mereka akan terhalang untuk melihat wajah Allah SWT karena Allah murka kpd mereka!

كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ
(QS Al-Muthaffifin ayat 15)
“Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) pada hari kiamat benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka”
—–!!

Dan mari kita mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa As.

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ
(Qs Al-A’raaf ayat 143)
“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa:”Ya Rabbku, nampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu”. Allah berfirman:”Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata:”Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman”

awal agama adalah mengenal allah.jika kita tidak mengenal allah maka kita bersahadat palsu..didalam Qur”an surah al maun fawailullil mussolin yg isinya adalah celakalah orang yg sholat yg tak mengenal akan allah..hadist qudsi jg berbunyi:para alim ulama yg tak mengenal akan tuhannya akan lebih dahulu diazab daripada penyembah berhala…

mOHON DI jelaskan, tolong dalilnya. yang menyatakan bahwa kita wajib mengimani sifat 20. tolong tunjukkan saya dalilnya agar kita tak tersesat. memahami sifat Allah.

eeh ada wahabi disini,,,sesat meyesatkan umat islam,,,Allah ente berwujud ya sprti mahluk,,,naudzubilahiminzaliik

kamu gak boleh ngo mong begitu ccd

Yang 1 lg kok tidak di share mas?salam kenal

terimakasih, semoga kita semua tau yang mana Tuhan yang sebenarnya

trima kasih telahmenulis artikel ini dan dibulan suci ini saya doakan dosanya diampuni oleh Allah s.w.t.
amin…………………

thanks artikelnya ass

Than’ks artikelnxa Moga2 suxses slalu :D

waktu boleh berlalu tapi rasa itu tidak akan pernah berlalu walau badai memisahkan , bulan menjauh kan , dan badai pun menghadang

mau tanya… kalo unsur-unsur sifat-sifat Allah itu apa saja?? tolong dibalas ya :D

wah makasih atas infonya yaa..: D

mudahan hafal ya

Semoga gusti alloh membalas dgn kebaikan yg berlipat ganda untuk anda yg telah membuat sipat 20 ini, lantaran msh banyak yg tidak tahu diantaranya aku sendiri, kini tiap saat aku dapat mempelajari dgn mudah.

makasih y

Thank’s friend! ;-)

terimakasih atas semuanya ..
semua artikel itu sangat membantu saya .

aku mau tanya , apa saja bukti2 dari sifat allah (ilmu)???

masyaAllah….

thanks :) tapi kok gx ada sifat mustahilnya. :(

trimakasih.wslm.wr.wb

assalamu’alaikum.w.wb
terima kasih ya kak :)
salam kenal ya kak,,
tetap semangat ya kak,,

wassalamu’alaikum.wr.wb..

amin

thanks

Terima Kasih atas sajiannya. Sangat bermanfa’at.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 5 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 5 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 5 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 5 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 5 years ago

Arsip

April 2009
J S M S S R K
    Mei »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Statistik Blog

  • 1,038,769 hits

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: