cahya islam

Hukum Bersalaman Seusai Sholat Berjamaah

Posted on: 8 Mei 2009

Ketika sholat berjamaah di masjid, kita sering menjumpai para jamaah berjabat tangan seusai sholat. kita pun selalu menemui jamaah di sebelah kita yang mengajak bersalaman setelah sholat fardhu selesai. Bagaimanakah sebenarnya hukum bersalaman seusai sholat?

Bersalaman atau berjabat tangan dengan sesama muslim ketika bertemu merupakan hal yang dicontohkan nabi Muhammad saw. Ketika bertemu dengan saudara ataupun teman tentunya kita mengucapkan salam dan mengulurkan tangan untuk bersalaman. Banyak keutamaannya apabila sesama muslim bertemu lalu mengucap salam dan berjabat tangan. Diantaranya dapat memupuk persaudaraan dengan sesama muslim serta dapat menggugurkan dosa-dosa kita karena bersalaman dilakukan dengan ikhlas dan kasih sayang.

Beberapa sunnah Rasul yang mensyariatkan sesama muslim berjabat tangan:

“Sesungguhnya seorang mukmin yang apabila bertemu dengan mukmin lainnya mengucapkan salam dan mengambil tangannya untuk berjabat tangan, maka pasti akan gugur dosa-dosa mereka berdua, sebagaimana gugurnya daun dari pohonnya.” (HR. Abu Daud)

“Tidaklah dua orang muslim yang bertemu, kemudian mereka berdua saling berjabat tangan, melainkan akan diampuni (dosanya) sebelum keduanya berpisah.” (HR. Abu Daud)

“Bila salah seorang diantara kalian bertemu saudaranya, maka hendaknya ia ucapkan salam. Bila kedua telah terhalang oleh pohon, atau dinding atau batu, lalu ketemu kembali, maka hendaknya ia kembali mengucapkan salam padanya.” (HR. Abu Daud)

Dari hadits-hadits tersebut, maka berjabat tangan hanya dilakukan apabila kita bertemu dengan saudara kita muslim khususnya. Rasulullah saw ketika berjumpa dengan para sahabatnya senantiasa memberikan salam dan berjabat tangan. Anas ra berkata, “Adalah para sahabat Nabi saw apabila berjumpa mereka saling bersalaman, dan apabila mereka kembali dari bepergian, mereka berpelukan.” (HR. Bukhari)

Mengenai disyariatkannya berjabat tangan seusai sholat berjamaah di masjid, tidak ada riwayat dan contoh shahih dari Rasulullah saw tentang hal tersebut. Oleh karena itu, perkara ini bisa masuk ke dalam bid’ah, karena tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw serta tidak ada hukumnya pula dalam Al Quran

Dari ’Abdillah bin ’Umar ra ia berkata: ”Rasulullah saw keluar menuju Masjid Quba’ dan melakukan sholat di dalamnya. Maka datanglah sekelompok sahabat Anshar mendatangi beliau dan mereka mengucapkan salam ketika beliau sedang sholat”. Maka aku (Ibnu ’Umar) berkata kepada Bilal : ”Bagaimana engkau melihat Rasulullah saw menjawab salam mereka padahal ketika itu beliau sedang sholat ?” Maka Bilal menjawab: ”Seperti ini”. Bilal membuka telapak tangannya. Ja’far bin ’Aun (perawi hadits ini – menjelaskan apa yang dijelaskan oleh Bilal dengan mempraktekkan) membuka telapak tangannya dengan cara menjadikan telapak tangannya menghadap ke bawah, dan punggung telapak tangannya menghadap atas. (HR. Abu Daud)

Bagaimanakah menghadapi perkara yang bid’ah ini sementara berjabat tangan seusai sholat seolah menjadi suatu amalan khusus bagi yang menerapkannya?

Berjabat tangan seusai sholat jangan dilakukan setelah salam. Meskipun sholat telah selesai dan rukun-rukun sholat sudah dilewati, namun hal ini tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Yang dicontohkan oleh Rasulullah saw sehabis sholat yaitu membaca doa dan berdzikir. Bilapun ingin bersalaman, tunggulah hingga orang yang ingin kita ajak untuk berjabat tangan selesai berdzikir dan telah bangun dari duduknya hendak meninggalkan masjid.

Rasulullah saw bersabda, “Janganlah engkau tinggalkan di akhir sholat untuk berdoa Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika — Ya Allah tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu (HR. Abu Dawud dan An Nasai)

Dari Tsauban, “Adalah Rasulullah saw apabila selesai sholat, ia beristighfar 3x dan membaca Allahumma antas salam wa minka salam tabarakta dzal jalali wal ikram.” (HR. Muslim)

Mungkin berjabat tangan juga bisa dilakukan ketika kita bertemu dengan saudara kita ketika hendak memasuki masjid. Jadi, berjabat tangan itu disunnahkah hanya ketika kita bertemu dengan saudara muslim, bukan setiap selesai sholat fardhu berjamaah di masjid.  Tidak ada dalil khusus yang menyatakan disunnahkannya berjabat tangan setelah selesai sholat. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita meninggalkan hal-hal yang tidak dicontohkan Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Bila jamaah di sebelah kita mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan seusai sholat, mungkin dengan terpaksa kita menyambut jabatan tangannya. Karena mungkin sulit untuk menghindarinya. Namun, paling tidak bukan kita yang lebih dulu melakukannya. Kita hanya perlu menghilangkan kebiasaan tersebut, dan cara terbaik yaitu dengan mensosialisakan, memberitahu orang-orang terdekat kita, hingga melalui dakwah.

Demikianlah artikel ini semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Semoga Allah swt selalu melindungi kita dari hal-hal yang dilarang-Nya, amin. Wallahu’alam bishshawab.

About these ads

32 Tanggapan to "Hukum Bersalaman Seusai Sholat Berjamaah"

Kadang2 kita memang dibingungkan oleh berbagai pendapat dikalangan umuat Islam sendiri. Ada yang mengatakan berdoa dengan mengangkat tangan itu bid’ah. Dilain pihak ada yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw ketika berdoa mengangkat tangan.Bagi yang ahli ibadah mungkin sudah tahu mana hadist yang sahih dan yang tidak sahih. Tapi bagi umat Islam yang umumnya tidak mendalami hadist jadi bingung.

Artikel seperti ini bagus untuk menambah wawasan.

menurut saya utk apa kita terlalu gampang menetapkan bid’ah ,sedangkan yg dilakukan cuma bersalaman jadi dimana keburukanya?persamaan kita banyak tetapi mengapa perbedaan yg tak berarti ini kita perbesar.betapa bodohnya kita.sementara rasulullah dahulu tdk menjadikan agama ini berkelompok-kelompok sekarang kita lihat ,ada islam aliran A,B,C dan seterusnya.inilah yg jelas tdk diajarkan rasul.koq malah salam dan qunut yg di perdebatkan.sementara org yg tak sholat kita koq nggak risau.jadia menurut saya mari kita perkuat kebersamaan,kita satukan umat islam ini.bukan malah sok menjadi yg paling benar……wallahualam.

Rasulullah pernah mengatakan bahwa Islam akan terbagi dalam 73 golongan, dan 1 di antara golongan tersebut adalah yang benar. Kadang orang terlalu berlebih2an dalam agama padahal Allah SWT telah menyempurnakan Islam sebagai agama kita. Rasulullah SAW adalah tauladan bagi umat Islam, yang pasti bila sesuatu yang baik maka pastilah Rasulullah SAW yg lebih dulu mencontohkan.

Bid’ah adalah dosa besar yang paling disukai syaiton krn orang yg melakukan bid’ah tidak akan bertaubat karena mereka merasa yakin perbuatannya adalah benar.

Mengenai mereka yang tidak taat kepada Allah SWT itu adalah hidayah yg tidak mereka dapatkan. Hidayah itu sendiri adalah kekuasaan Allah, karena Allah akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang Allah mau.

Saya sgt berterimakasih, telah dimuatnya artikel ini ternyata selama ini saya telah melakukan hal yang tidak pernah Rasulullah SAW lakukan. Astaghfirullahul adziim100x.

saya setuju dengan ustadz…

kita harus berpedoman pada Al Quran dan Hadits,

ya kalo ga mw ikut rasul ya ga pp

Masalah bid’ah ini ada baiknya kita menelaah definisi yg disampaikan Imam asy-Syathibi: “Bid’ah adalah suatu cara beragama yang dibuat-buat,” yang tidak mempunyai dasar dan landasan, baik dari Al-Qur’an, sunnah Nabi saw., ijma’, qiyas, maupun maslahat mursalah, dan tidak juga dari salah satu dalil yang dipakai oleh para fuqaha.

Jadi tidak semua yang baru itu bid’ah. Klo semua yg baru bid’ah, maka kita membaca Alqur’an yg sekarang pun Bid’ah, karena dulu Alqur’an tidak berbaris, dan tidak pula dikumpulkan satu mushaf seperti sekarang. Banyak lagi contoh serupa yg bisa saudara-saudara telaah. Jadi jangan buru2 membid’ahkan sesuatu, apalagi sampai mengatakan suatu golongan sesat karena telah melakukan suatu amalan yang menurut kita Bid’ah….
Wallahua’lam.

Cerdas banget nich Bpk Ahmad Alkhair

Ada lg pa ahmad belajar mobil tank baja dan menembak itu bid’ah, karena yg dianjurkan rosul adalah berkuda dan memanah untuk berperang itu.. hahaha ini bid’ah itu bid’ah

Jika shalat sudah sempurna dan zikirpun telah usai semoga Allah menerimanya amalan kita, ada sesalaman utk sekedar mempererat persaudaraan yang dibarengi dengan shalawat saya pikir banyak baiknya (lingkungan tertentu) dan sudah diluar ‘ibadah maqdhah. wallahu a’lam.-

Jika shalat sudah sempurna dan zikirpun telah usai semoga Allah menerimanya amalan kita, ada sesalaman utk sekedar mempererat persaudaraan yang dibarengi dengan shalawat saya pikir banyak baiknya (lingkungan tertentu) dan sudah diluar ‘ibadah maqdhah. wallahu a’lam.-

mungkin saat ini anda belum menjumpai dalil tentang itu, bukan berarti dapat menetap kan berjabat tangan setelah shalat itu adalah bidi’ah..
karena dalam beberapa hal rasul sangan menganjurkan untuk berjabat tangan…
untuk sementara saya harap akhina carilah terlebih dahulul dalil, jangan2 ada dalilnya masalah bid’ah nya nanti aja ustadz..

Subhanallah…ini ilmu yg bermanfaat.
inilah mengapa umat islam dinegara ini tdk maju2 membangun negerinya, udh agama terbesar, dlm ibadah haji mnjd jamaah terbesar pula, tp boro2 negara, lingkungan dan keluarga jg jauh dr nilai2 keislaman. cmn satu jwbnya..BID’AH DMN2. dikasi tau klo itu salah dan bid’ah eeh malah ngeyel..alasannya udah turun-temurun tradisi (bid’ah) sprti itu jd ga bs diilangin hehehe…malah nyalahin ustadz. hedeehh…
ya beginilah sedikit contoh “umat islam” (tanda kutip) diindonesia. :)

smga Allah SWT membukakan pintu Ilmu yg selebar2nya agar bid’ah2 yg sdh mendarah daging di “umat islam” segera ilang dan musnah.
Aamiin Allahumma Aamiin…..

Wah..wah..gitu-gitu amat sih…:). Kasihaan deeh. Segala yang tidak dicontohkan oleh nabi saw dianggap perkara bid’ah..kita semua ini hidup kl gt penuh dengan bid’ah, yaa..:). Segala perkara yang baik itu walaupun tidak dicontohkan nabi saw ya jangan lantas disesatkan, dong..apa antum bisa menyalahkan sesuatu perkara sementara tidak ada dalil yang mengharamkannya? Apakah balasan kebaikan bagi suatu kebaikan meskipun itu tidak dicontohkan beliau baginda Muhammad saw? Hendaknya antum dan juga saya belajar dulu lebih banyak lagi yah, agar pikiran tidak sempit dan jumud. Afwan.

semua tergantung niat, Alloh pasti lebih tahu….jika niat kita baik maka akan baik pula balasan-Nya!!

Apa seh fungsinya jabat tangan?
kalo banyak manfaat dibandingkan mudaratnya ya silahkan, klo sebaliknya ya silahkan.

untuk perkara bid’ah/tidak wallahu allam.

sip,betul,betul

Enak berjemaah di masjid yang gak ada salamannya, tiga sampai empat bulan gak ada yang kenal kanan kiri , wah kalau di masjid yang ada salamannya mudah kenal dan akrap dikit2 ada undangan manten anaknya hehehehe…bisa simpulkan sendiri..!!

assalamu’alaikum bukan gitu, kok pada ngaco ya, kita harus arif dan bijaksana, yang jelas perbuatan baik itu belum tentu benar kalau tidak ada tuntunannya. bukankah Islam adalah agama yang sudah disempurnakan oleh Allah yaitu kita harus/mutlak berpedoman Al Quran dan hadist kalau ngga ada di AlQuran dan hadist yaaaaa……

emang ada ya hadist yang menganjurkan azan menggunakan pengeras suara kalau ada kasih tau ya mas.

Betul, kalau di masjid enggak ada salamannya dijamin pasti bakalan enggak da yang kenal, enggak akrab.

jangan salaman karena bid’ah biar islam tidak akrab!!!!!!!! nah inilah yang diharapkan yahudii

berarti azan dgn menggunakan pengerah suara hukumnya jg bid’ah soalnya nabi tidak ada mencontohkan, jd klo mau azan kita haru naik ke atas atap masji

menurut saya klo di masjd saling cuek tidak ada salaman tidak akan menumbuhkan rasa persaudaraan sesama muslim ya istilah nya “siapa lho & siapa gua” aja

hidup salaman! niat kita kan baik pemirsaaaaaahhhhh….

saya tidak ingin membeda bedakan golongan 1 dg yang lain, perbedaan ini marilah di hargai, toh bid’ah adalah masalah khilafiah, sedangkan kebenaran itu hanya milik Allah SWT, jgn lah saling menyalahkn antara umat muslim, yang perlu dilakukan adalah menghargai perbedaan tersebut dan menjaga silatuhrahmi kita . . . .

jangan pernah meremehkan amal seseorang dan jangan merasa amal kamu paling bagus ya.anda perlu belajar lagi..!

bos.. kalo.abis sholat jamaah trus ane kentut besar banget termasuk bid’ah gak?…
kentut n salaman setelah sholat jamaah kan gak di contohin nabi…
ane bingung jadinya..

yang terpenting Ukwah islamiyah kita jaga , agar yahudi tdk bisa memecah kita dan gampang menghancurkan kita.

Menurutku bagi yang berada di balakang/mengikuti alqur’an dan sunah rasul pasti akan selamat dunia akhirat.tapi bagi yang didepan/membelakangi Alqur’an dan sunah akan terjerumus/tersesat.

kita serahkan saja pada pilihan masing masing asalkan faham/mengerti dasar hukumnya , mari kita tingkatkan ukhuwah umat islam kita.

qt sama sama belajar pak..untuk kearah yang lebih baik dengan selalu khuznudhon dan istiqomah aja.mksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 4 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 4 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 4 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 4 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 4 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 888,591 hits

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: