cahya islam

Ridho Allah swt

Posted on: 18 Mei 2009

Allah swt berfirman, “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran:159)

Ridho Allah terhadap Orang yang Berbuat Baik
Bila dilihat dari ayat di atas, jelas bahwa Allah swt memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik terhadap sesama.  Seseorang yang selalu berbuat baik akan diridhoi oleh Allah swt, sehingga iapun juga akan mendapat banyak kebaikan. Sebaliknya, bila seseorang selalu memperlihatkan wajah yang tidak bersahabat serta lisan yang tak terjaga maka orang-orang yang berada di sekelilingnya akan berpikir dua kali untuk terlibat pembicaraan dengannya, atau bahkan menghindarinya. Untuk itu, betapa pentingnya seseorang bersikap ramah kepada orang lain yang ada di sekitarnya.

Allah swt menyuruh kita untuk selalu menjaga perbuatan baik. Untuk mengimbangi perbuatan baik, diperlukan kata-kata atau ucapan yang baik pula. Allah swt tidak menyukai orang yang suka bersifat keras dan berkata kasar. Bila kita selalu berbicara atau mengucapkan kata-kata yang baik maka itu sama saja kita telah memberikan sedekah. Dari Abu Hurairah ra bahwasannya Nabi Muhammad saw bersabda,”Kata-kata yang baik itu adalah sedekah.” (HR. Bukhari Muslim).

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim lainnya, Rasulullah saw bersabda, “Takutlah kamu sekalian terhadap api neraka walaupun hanya dengan menyedekahkan separuh biji korma; dan barang siapa yang tidak mendapatkannya maka cukup dengan kata-kata yang baik.”

Dari Abu Dzarr ra berkata, “Nabi Muhammad saw bersabda: “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan muka yang manis.” (HR. Muslim)

Allah swt akan mencintai umat-Nya yang berprilaku sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw adalah sosok yang berhati lembut, penuh kasih sayang,  dan selalu berbuat santun kepada siapapun. Nabi Muhammad saw selalu memberikan senyum dan mengucapkan salam kepada para sahabat dan sesama muslim yang dijumpainya, sehingga beliau semakin dicintai oleh para pengikutnya. Sebagaimana firman Allah swt, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan salam penghormatan maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang sebanding. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisa:86)

Orang yang selalu berbuat dan berkata kasar akan jauh dari rahmat Allah swt. Sedangkan Islam mengajarkan kita untuk selalu menebarkan kasih sayang kepada seluruh umat manusia. Karena itu, sikap keras hati dan kasar sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sebagai muslim yang baik, kita harus saling menghargai terhadap sesama serta saling memenuhi hak dan kewajiban masing-masing.

Sesuai dengan sikap yang dicontohkan nabi Muhammad saw, beliau hanya berlaku kasar kepada orang-orang kafir. Beliau tidak segan-segan memerangi orang-orang kafir yang memerangi agama Allah. Allah swt berfirman, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Fath:29).

Bila kita termasuk orang yang susah untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitar kita sehingga sulit untuk bersosialisasi, maka ada baiknya dimulai dari diri kita lebih dahulu untuk beramah tamah terhadap orang-orang di sekitar kita dan membiasakan untuk sopan dalam bertutur kata. Rasulullah saw pernah bersabda, “Ambillah (sikap yang sesuai dengan tetangga), sebelum kamu tinggal (di daerah/tempatnya).”

Selain itu, ingatlah bahwa Allah swt menciptakan manusia tidak sempurna, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah swt. Hikmah yang dapat diambil adalah bagaimana kita menghargai keistimewaan di balik kekurangan dan kelebihan pada setiap manusia serta saling melengkapi satu sama lain. Di atas langit masih ada langit. Begitupun bila kita merasa diri kita selalu mampu berbuat apapun, suatu saat kita pasti membutuhkan orang lain. Dan yang terakhir, adanya perbedaan pendapat serta selisih paham adalah hal yang wajar. Hal ini seharusnya dapat dijadikan alat untuk kita mendewasakan diri, bukan untuk berrmusuhan. Bila semua umat di bumi ini saling mengasihi, Insya Allah kedamaian akan tercipta di dunia yang fana ini.

Perbuatan baik yang kita lakukan sudah sepatutnya diniatkan untuk mengharap ridho Allah dan demi mendapatkan balasan Surga Allah. Disertai dengan rahmat Allah, Insya Allah kita juga akan selalu ridho/ikhlas dalam segala perbuatan sehingga apa yang kita lakukan itu terjaga dari hal-hal yang buruk.

Wallahu a’lam.

About these ads

2 Tanggapan to "Ridho Allah swt"

wahhh……
artikelnya….
bagus…….

cocok ni buat…….

ningkatin kualitas iman seorang muslim

Pelajaran akhlak yg bermanfaat buat semua manusia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 4 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 4 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 4 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 4 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 4 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 886,220 hits

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: