Posted by: sari on: 21 Mei 2009
Riya merupaka salah satu penyakit hati yang termasuk dalam jenis syirik kecil. Terlebih jika riya dalam beribadah, melakukan suatu ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain. Misalnya saja seseorang yang mengerjakan sholat hanya ingin dilihat orang lain dan dipuji sebagai orang alim. Maka orang tersebut telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik kecil dan ibadahnya itu menjadi sia-sia belaka.
Orang riya dalam ibadah sama saja memiliki sifat munafik. Terlebih dalam hubungannya kepada Allah Subhana wa ta’alaa. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An- Nisa’: 142)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah niscaya Allah akan memperdengarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya’ (perbuatan riya’ adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan cara tertentu supaya diliat orang lain dan dipujinya. Misalnya, seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya, tatkala mengetahui ada orang yang melihat dan memperhatikannya), niscaya Allah akan memperlihatkan aibnya.” (HR. Muslim)
Allah Subhanahu wa ta’alaa tidak akan menerima suatu amal seseorang yang dilakukan dengan riya. Amalan tersebut tidak saja sholat tetapi juga puasa, sedekah, dan lainnya. Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah, maka amalannya menjadi sia-sia belaka. Allah Subhanahu wa ta’alaa tidak akan menerima amal ibadahnya tersebut. Seperti disebutkan dalam hadits qudsi: “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaku, niscaya aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya.” (HR. Muslim)
Setiap muslim wajib untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa dengan penuh cinta kepada-Nya, hanya mengharap pahal dan ridho-Nya, serta takut akan murka-Nya. Untuk terhindar dari riya, perbanyak istighfar dan memohon ampun agar jauh dari riya, serta selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa agar diberikan ketetapan hati untuk taat kepada-Nya. Wallahu a’lam bishshawab.
Komentar Terakhir