cahya islam

MENDIRIKAN SHOLAT

Posted on: 24 April 2009

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (menyembah) kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat (51): 56)

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah (2): 21)

Sesungguhnya, ayat di atas telah dengan gamblang menjelaskan kepada manusia perihal tugas, alasan dan tujuan penciptaan mereka. Tidaklah segala sesuatu yang dikerjakan di dunia ini melainkan hanya berpangkal dan berujung pada perintah dan larangan Allah swt semata. Telah jelas perintah Allah pada ayat di atas, yaitu agar umat manusia hanya beribadah kepadanya saja, mengabdikan hidup hanya pada segala sesuatu yang bernilai ibadah kepada Allah. Ingatlah, bahwa Allah-lah yang telah memberikan kehidupan ini kepada seluruh makhluk di langit dan bumi, serta yang berada di antara keduanya. Maka tidaklah patut lagi bagi manusia untuk melupakan apa yang telah menjadi kewajiban baginya.

Mendirikan sholat adalah salah satu ibadah yang paling utama bagi umat islam. Ibadah sholat ini akan menjadi amal yang pertama kali dipertanyakan di sisi Allah swt kelak. Jika sholat-nya baik maka insya Allah baik pula amalan-amalannya yang lain. Namun, jika sholatnya buruk maka buruk pulalah amalan-amalannya yang lain.
Mendirikan sholat merupakan tiangnya agama islam. Perintah mendirikan sholat merupakan poin ke dua dari rukun islam setelah membaca dua kalimat syahadat. Maknanya adalah, setelah seseorang masuk islam dengan mengucap syahadat, maka ia wajib untuk mendirikan sholat yang lima waktu. Jika ia belum mendirikannya, maka islamnya belum berdiri dengan tegak. Dan iapun dapat digolongkan dalam golongan orang-orang kafir.

Masalah perintah mendirikan sholat ini pernah ditanyakan oleh kaum Yahudi kepada Rasulullah saw dalam sebuah riwayat yang cukup panjang. Selain mengenai keutamaan mendirikan sholat, dalam riwayat tersebut juga terjadi tanya jawab mengenai waktu-waktu sholat dan juga puasa Ramadhan. Berikut ini adalah kisah tersebut:

Ali bin Abi Talib ra berkata, “Sewaktu Rasullullah saw duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Anshar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa as yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.”

Kemudian Rasullullah saw bersabda, “Silahkan bertanya.’”

Lalu berkatalah orang Yahudi tersebut, “Coba terangkan kepada kami mengenai lima waktu yang diwajibkan oleh Allah kepada umatmu.”

Sabda Rasullullah saw, “Mendirikan Sholat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Mendirikan Sholat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam as memakan buah khuldi.

Mendirikan Sholat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam as Maka setiap mukmin yang mendirikan sholat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Mendirikan Sholat Isya ialah sholat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Mendirikan Sholat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.”

Mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu orang Yahudi itu berkata, “Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang mendirikan sholat.”

Rasullullah saw menjawab, “Jagalah waktu-waktu sholat terutama sholat yang pertengahan. Sholat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mendirikan sholat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.”

Rasulullah saw pun kembali bersabda, “Manakala sholat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam as memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mendirikan sholat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.’”

Kemudian Rasullullah saw membaca ayat yang artinya, “Jagalah waktu-waktu sholat terutama sekali sholat yang pertengahan. Sholat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam as diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mendirikan sholat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.”

Sabda Rasullullah saw, “Sholat Isya (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk mendirikan sholat Isya berjamaah, Allah swt mengharamkan dirinya dari terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.”

Sabda Rasulullah saw lagi, “Sholat Subuh pula, seseorang mukmin yang mendirikan sholat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah swt dua kebebasan yaitu: dibebaskan daripada api neraka, dan dibebaskan dari nifaq.”

Setelah mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka orang-orang Yahudi itu berkata, “Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah swt mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?”

Rasullullah saw menjawab dengan sabdanya, “Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam as selama 30 hari. Kemudian Allah swt mewajibkan ke atas keturunan Adam as berlapar selama 30 hari. Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah swt kepada makhluk-Nya.”

Orang Yahudi itu berkata lagi, “Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.”

Sabda Rasullullah saw, “Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah swt, maka dia akan diberikan oleh Allah swt tujuh perkara:

  1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
  2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
  3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
  4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
  5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
  6. Diberikan cahaya oleh Allah swt pada hari Kiamat untuk menyeberang jembatan Sirath.
  7. Allah swtakan memberinya kemudian di surga.”

Orang Yahudi itu kembali berkata, “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.”

Rasullullah saw bersabda, “Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).”

Kata orang Yahudi, “Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).”

Betapa besar keutamaan mendirikan sholat lima waktu seperti yang telah dipaparkan oleh Rasulullah saw dalam kisah di atas. Jika kisah ini masih juga belum bisa membukakan hati kita, menyadarkan kita untuk mengabdikan hidup kita hanya untuk beribadah kepada Allah swt, lalu pengertian dalam bentuk apa lagi yang kita cari? Kalau dengan ini belum bisa menjadikan kita sebagai umat muslim yang senantiasa istiqomah untuk mendirikan sholat fardhu tepat pada waktunya, lalu pencerahan yang bagaimana lagi yang kita cari?

sumber: www.syahadat.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

April 2009
J S M S S R K
    Mei »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: