cahya islam

Waktu Sholat Fardhu

Posted on: 4 Mei 2009

Ibadah sholat lima waktu dalam sehari semalam merupakan salah satu perintah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Ketika seseorang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah swt dan bahwa Nabi Muhammad saw itu adalah Rasul utusan Allah swt, atau ketika ia telah berada dalam aqidah islam, maka wajib baginya untuk melaksanakan sholat yang lima waktu tersebut tanpa terkecuali.

Sholat merupakan salah satu media komunikasi langsung antara hamba dengan Rabb-nya, yaitu Allah swt. Maka tidak ada alasan bagi seorang muslim yang beriman untuk tidakmelaksanakan sholat yang lima waktu tersebut. Meninggalkan sholat, maka sama saja artinya dengan meninggalkan Allah swt dan menjadi manusia yang kafir. Berikut sabda Rasulullah saw mengenai hubungan antara orang-orang yang meninggalkan sholat dengan kekufuran:

“Batas antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat. (HR. Muslim)

“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan berarti ia kafir.” (HR. Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad)

Sholat lima waktu dalam sehari semalam adalah ibadah wajib yang tidak dapat ditawar lagi oleh umat muslim. Adapun kelima sholat yang dimaksud adalah sholat shubuh atau sholat fajar, sholat dhuhur, sholat ashar, sholat maghrib dan sholat Isya’.  Dalam hal ini, syariat Islam juga telah memberikan aturannya berkenaan dengan waktu pelaksanaannya, sebagaimana firman Allah swt dalam QS. An Nisa : 103 yang artinya:

“… Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa : 103)

Berikut ini kami sampaikan mengenai waktu-waktu sholat wajib berdasarkan sabda-sabda Rasulullah saw:


1. Waktu Sholat Dhuhur

Jabir bin Abdullah ra. meriwayatkan yang artinya : “Bahwasannya Nabi saw didatangi Jibril as, dia berkata :’Berdirilah dan sholatlah’. Maka beliau sholat dhuhur ketika matahari tergelincir. Kemudian didatangi lagi pada waktu ashar, dia berkata : ‘Berdirilah dan sholatlah’. Maka beliau sholat ashar ketika bayangan benda sudah sama panjangnya. Kemudian didatangi lagipada waktu maghrib, dia berkata: ’Berdirilah dan sholatlah’. Maka beliau sholat ketika matahari terbenam. Kemudian didatangi lagi pada waktu Isya’, dia berkata: ’Berdirilah dan sholatlah’. Maka beliau sholat ketika syafaq (warna merah ketika matahari terbenam) telah hilang. Lalu didatangi lagi pada waktu fajar, dia berkata: ’Berdirilah dan sholatlah’. Maka beliau sholat ketika fajar muncul, atau dia berkata ketika fajar mulai terang memancar ……..” (HR. Ahmad dan an-Nasai)

Berdasarkan hadist di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa waktu untuk sholat dhuhur itu dimulai sejak tergelincirnya matahari hingga ketika bayangan sesuatu sama dengan benda aslinya, yaitu ketika masuknya waktu sholat ashar.

Dalam riwayat yang lain yaitu dari Nafi bin Jubair bin Muth’im dari Ibnu Abbas, dia berkata : Rasulullah saw bersabda yang artinya:

”Jibril mengimamiku di samping Baitullah sebanyak dua kali. Dia mengimamiku sholat dhuhur ketika matahari tergelincir dan ketika bayangan matahari seukuran dengan syirak, dan mengimaiku sholat ashar ketika bayangan sesuatu semisal dengan bendanya, dan mengimamiku sholat maghrib ketika puasa berbuka, dan mengimamiku sholat isya’ ketika syafaq (warna merah) telah hilang, dan mengimamiku sholat fajar ketika makan dan minum diharamkan bagi orang yang berpuasa …”. (HR. Abu Dawud, Ibnu al-Mundzir, Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah)

Yang dimaksud dengan syirak adalah salah satu tali ikatan alas kaki yang ada di bagian atasnya, yang menjelaskan batas minimal bayangan ketika tergelincirnya matahari.
2. Waktu sholat Ashar

Sebagaimana telah disampaikan pada poin pertama di atas, bahwa berakhirnya waktu sholat dhuhur merupakan tanda masuknya waktu sholat ashar, yaitu ketika panjang bayangan segala sesuatu sama dengan benda aslinya, dan berakhir dengan terbenamnya matahari. Hal ini senada dengan hadits yang telah di sampaikan pada poin pertama di atas. Sedangkan waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat fardhu ashar  yaitu terletak antara awal waktu hingga ketika bulatan matahari mulai menguning, sedangkan waktu berakhirnya tetap ketika terbenamnya matahari. Hal ini sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah saw dalam hadist berikut:

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: ”…. Dan barangsiapa mendapati satu rakaat dari sholat ashar sebelum matahari terbenam maka dia telah mendapati sholat ashar”. (HR. Muslim)
3. Waktu sholat Maghrib

Pada hadits Jabir ra. pada poin pertama di atas juga telah disampaikan dengan jelas bahwa waktu sholat maghrib tiba ketika matahari telah terbenam. Sedangkan berakhirnya waktu sholat maghrib telah disampaikan oleh Rasulullah saw dalam hadist berikut:

Dari Abdullah bin Amru ra, dari Nabi saw, beliau bersabda yang artinya: ”Waktu dhuhur adalah saat selama waktu ashar belum datang, dan waktu asahar adalah selama matahari belum menguning, dan waktu maghrib adalah selama syafaq (warna merah) belum hilang, dan waktu isya’ hingga pertengahan malam, dan waktu sholat fajar adalah selama matahari belum terbit”. (HR. Muslim, Ahmad, dan an-Nasai)

Dalam hadits di atas, syafaq (warna merah) menjadi penentu waktu maghrib. Selama syafaq atau warna merah belum hilang, maka masih berada di dalam waktu sholat maghrib. Dan jika warna merah tersebut telah hilang, maka waktu maghrib telah berakhir.

Berkenaan dengan waktu sholat maghrib ini, Rasulullah saw juga telah bersabda dalam hadistnya yang lain, yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir ra. yang artinya :

”Umatku senantiasa berada dalam kebaikan, atau pada fitrah, selama mereka tidak mengakhirkan waktu maghrib hingga bermunculan bintang-bintang”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Hakim dan Baihaqi)

Berdasarkan hadits tersebut, munculnya bintang-bintang menjadi petunjuk telah berakhirnya waktu sholat maghrib. Yang dimaksud dengan munculnya bintang-bintang adalah menyebarnya kegelapan setelah hilangnya syafaq.
4. Waktu Sholat Isya

Hilangnya syafaq merah menjadi petunjuk bahwa waktu sholat maghrib telah usai dan telah masuk waktu untuk melakukan sholat isya. Sedangkan waktu berakhirnya sholat isya adalah ketika fajar shodiq menyingsing, yaitu waktu dimulainya sholat fajar. Jadi batas akhir waktu sholat isya bukan hingga sepertiga atau setengah malam saja, melainkan hingga ketika waktu sholat fajar tiba. Hal ini sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah saw dalam hadistnya, dari Aisyah ra. yang artinya:

”Pada suatu malam, Nabi saw mengakhirkan sholat hingga sebagian besar malam telah berlalu dan hingga penghuni masjid sudah tidur. Kemudian beliau saw keluar dan sholat, lalu berkata : ’Sesungguhnya ini adalah waktunya, seandainya tidak memberatkan atas umatku’ ”. (HR. Muslim)

Ucapan Rasulullah saw yang berbunyi, ”hingga sebagian besar malam telah berlalu”, merupakan isyarat bahwa waktu shola tisya itu tidak berakhir pada waktu sepertiga malam saja, melainkan lebih dari sepertiga malam.
5. Waktu Sholat Shubuh atau Sholat Fajar

Waktu sholat yang terakhir adalah waktu sholat shubuh. Waktu sholat shubuh dimulai ketika menghilangnya  fajar shodiq hingga terbitnya matahari, yakni hingga munculnya bagian awal matahari. Sedangkan mengenai berakhirnya waktu sholat shubuh, Abu Hurairah ra. meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda yang artinya :

“Barangsiapa yang mendapatkan sholat shubuh satu rakaat sebelum terbit matahari maka dia telah mendapatkan sholat shubuh … “ (HR. Muslim)

Demikianlah waktu-waktu sholat lima waktu yang telah ditentukan. Semoga kita senantiasa diberikan kemampuan untuk menunaikan sholat fardhu lima waktu dengan baik, sesuai dengan waktu-waktu yang telah ditentukan berdasarkan petunjuk Rasulullah saw. Amin.

“Sesungguhnya hal pertama yang diperhitungkan dari seorang hamba Allah ta’aala pada hari kiamat ialah sholatnya. Jika didapati ia sempurna maka ia dicatat sebagai sempurna. Jika didapati terdapat kekurangan, maka dikatakan ”Coba lihat adakah ia memiliki sholat sunnah yang dapat melengkapi sholat wajibnya?” Kemudian segenap amal perbuatannya yang lain diproses sebagaimana sholatnya. (HR. An Nasai)

Tag:

5 Tanggapan to "Waktu Sholat Fardhu"

assalamu’alaikum. mau tanya ni.Gini, hadits yg yg mengatakn bhwa’Pd suatu malam beliau mengakhirkan shalat hingga sebagian besar malam telah berlalu…’. disitu kan tdk ditekankn klo shalat yg dimaksud a/ shalas isya? mohon penjelasannya. terima kasih

assalamu’alaykum wr wb..

saya membaca di kitab hadis Bukhari disebutkan bahwa waktu sholat isya berakhir adalah setengah malam..atau pertengahan malam..
Mohon pencerahan…. sebenarnya yg kuat pendapat yg mana apakah pertengahan malam atau timbulnya fajar shodiq, krn terkadang saya juga suka melambatkan untuk sholat isya.
Dan lebih baik ibadah yg kita kerjakan khususnya sholat isya… di awal waktu, atau mengakhirkannya…

Jazakallah..

assalamu’alaykum wr wb.
Memang banyak cerita / hadist yang selaras dengan cerita diatas, tetapi dalam surat An Nur ayat 58 Allah mengatur bahwa pelaksanaan sholat isya’ itu sebelum kita tidur malam, karena sholat isya’ itu adalah sholat pada awal malam (surat Hud ayat 114).
Bagian-bagian malam yang lain (selain awal malam/zulafam minal lail ) adalah 2/3 malam, tengah malam dan 1/3 malam yang merupakan waktu-waktu sholat tahajjud/qiyaamul lail (baca surat Al Muzammil ayat 1-4 dan Al Muzammil ayat 20.
Jadi, dengan mengingat keterangan-keterangan itu, maka hadist/ cerita tersebut adalah tentang sholat tahajjud, bukan sholat isya’.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pada saat kita datang bulan/haid,apakah bagi wanita tidak boleh memakan timun disaat kita haid.menyebabkan apa dan pengaruhnya apa????

mempelajari islam lebih dalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: