cahya islam

Tayammum

Posted on: 5 Mei 2009

Tayammum adalah mensucikan diri tanpa menggunakan air, hanya menggunakan tanah atau debu yang bersih. Tayammum sifatnya sama dengan berwudhu namun harus berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan sesuai syariat.

Dalil disyariatkannya tayammum:

Allah swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih): Sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Mai’dah:6)

Rasulullah saw bersabda: “Bahwasanya debu yang bersih adalah sebagai pembersih bagi orang muslim, walaupun ia tidak mendapatkan air (selama) sepuluh tahun.” (Shahih: Shahih Abu Dawud no: 322, Tirmidzi I: 81 no: 124, Ma’bud I: 528 no: 329. dan Nasa’i I: 171 dengan lafadz yang mirip).

Tayammum dapat dilakukan untuk menggantikan wudhu, terutama bila tidak ada air.  Dari Imran bin Hushain ra, ia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah saw dalam satu perjalanan, beliau sholat bersama para sahabat, ternyata, ada seorang sahabat yang mengucilkan diri (dari mereka). Maka kemudian beliau bertanya (kepadanya) ‘Apakah gerangan yang menghalangimu sholat (bersama kami)?’ Jawabnya, ‘Saya Junub dan tidak (ada) air.’ Maka Nabi saw bersabda, “Hendaklah kamu (bertayammum) dengan debu karena sesunggahnya ia cukup bagimu.” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari I: 477 no: 344, Muslim I: 474 no: 682 dan Nasa’i I: 171).

Syarat-syarat diperbolehkannya tayammum sebagai berikut:

  • Tidak ada air, dikarenakan sedang dalam perjalanan maupun jauh dari sumber air sementara waktu sholat telah tiba bahkan hingga hampir habis waktunya.
  • Tidak dapat menggunakan air dikarenakan sakit sehingga bila terkena air dikhawatirkan kondisi badan akan memburuk.
  • Jumlah air sedikit dan lebih dibutuhkan untuk menyambung hidup (minum).
  • Tidak adanya alat untuk menimba/mendapatkan air, meski airnya ada dalam sumur misalnya
  • Kondisi atau suhu udara yang sangat dingin yang mencapai titik maksimum

Dari Jabir, berkata, “Kami keluar dalam satu perjalanan, lalu seseorang di antara kami tertimpa sebuah batu sampai melukai kepalanya kemudian ia mimpi basah lalu bertanya kepada para sahabatnya, ‘Apakah kalian mendapatkan rukhshah bagiku untuk bertayammum?’ Maka jawab mereka, ‘Kami tidak mendapatkan rukhshah untukmu, karena engkau mampu menggunakan air. ‘ Kemudian ia mandi besar sehingga meninggal dunia. Kemudian tatkala kami sampai ke hadapan Rasulullah saw, hal tersebut diinformasikan kepada beliau, maka beliau bersabda, “Mereka telah membunuhnya, maka Allah akan membunuh mereka. Mengapa mereka tidak bertanya, bila mereka tidak mengetahui. Karena sesungguhnya obat kebodohan hanyalah bertanya. Cukuplah baginya hanya dengan tayammum.” (Hasan: Shahih Abu Daud no: 326 dan ‘Aunul Ma’bud, I; 532 no: 332.)

Dan Amr bin Ash bahwa tatkala ia diutus (oleh Rasulullah saw ) dalam peperangan Dzatul Salasil, Ia bercerita. “Pada suatu malam yang dingin, yang suhunya mencapai titik maksimum saya ihtilam (bermimpi), lalu saya khawatir jika mandi saya akan celaka, maka tayammum lalu sholat shubuh dengan rekan-rekanku. Kemudian, tatkala, kami sampai kepada Rasulullah, mereka menceritakan hal tersebut kepada beliau lalu beliau bersabda. “Ya Amr, apakah engkau sholat bersama rekan-rekanmu dalam keadaan junub?” Maka saya jawab, “Aku ingat Firman Allah SWT. (Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, karena sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian). Kemudian aku bertayamum lalu sholat.” Maka Rasulullah saw tersenyum dan tidak berkomentar sedikitpun (Shahih: ShahihAbu Dawud: no: 323, al-Fathu Rabbani II: 191 no:16, Aunul Ma’bud I: 530 no: 330 dan Mustadrakul Hakim I: 177).

Tayammum yang disyariatkan yaitu menggunakan tanah atau debu. Di dalam surat Al Mai’dah ayat 6 ditegaskan, “fatayammamu sha’ii-dan thayyiban”, yang artinya “maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Tanah yang baik dapat pula dikatakan dengan setiap debu yang baik. Oleh karena itu, dalam bertayammum cukup hanya menepukkan kedua tangan pada permukaan tanah.

Berikut ini caraatau rukun tayammum:

  1. Niat
    Seseorang yang akan melakukan tayammum wajib berniat di dalam hati terlebih dahulu. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya semua amal itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapat balasan sesuai dengan yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Disunnahkan membaca Bismillah
    Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Imam Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
  3. Menepukkan kedua tangan ke tanah yang bersih, cukup sekali tepukan. Kemudian mengusap telapak tangan ke muka. Setelah itu mengusap telapak tangan yang satu dengan yang lain secara bergantian, dimulai dari ujung-ujung jari hingga pergelangan tangan. Disunnahkan untuk mendahulukan anggota kanan dari yang kiri.
    Ammar ra berkata, “Rasulullah pernah mengutusku untuk suatu keperluan. Ketika itu saya sedang junub dan tidak mendapatkan air. Maka saya berguling-guling di tanah sebagaimana berguling-gulingnya seekor binatang. Lalu saya mendatangi Rasulullah saw. Saya ceritakan kejadian itu kepada beliau. Kemudian beliau berkata, “Sebenarnya cukup bagimu untuk menepukkan telapak tangan demikian.” Kemudian beliau menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah sekali tepukan, lalu beliau tiup. Setelah itu beliau usapkan ke muka dan kedua telapak tangan beliau.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sama halnya dengan dengan wudhu, seseorang yang telah bertayammum boleh mengerjakan sholat semampunya, sebanyak raka’at yang ia mau selama ia masih dalam keadaan suci. Sebagai contoh, jika seseorang yang sudah bertayammum untuk sholat dzuhur kemudian sholat ashar tiba maka ia tidak wajib tayammum lagi. Terkecuali bila setelah sholat dzuhur ia telah membatalkan sifat tayammumnya. Adapun hal-hal yang membatalkan tayammum sama dengan hal-hal yang membatalkan wudhu. Selain itu, tayammum seseorang akan batal apabila di dekatnya ada air yang cukup untuk berwudhu.

Islam memang agama yang mudah, tidak menyusahkan umatnya terutama dalam hal beribadah. Dan tayammum merupakan salah satu bentuk kemudahan yang diberikan Allah swt kepada hamba-Nya yang hendak melaksanakan sholat ketika tidak ada air untuk berwudhu. Firman Allah swt dalam QS. Al Hajj ayat 78: “Dan Dia (Allah) tidaklah sekali-kali menjadikan untuk kalian suatu kesempitan dalam agama.”
Wallahua’lam

2 Tanggapan to "Tayammum"

kalau bersuci dan gak dapat air yg mensucikan bisa tayamum, kalau junub tdk menemukan air untuk bersuci bagaimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: