cahya islam

Meraih Ridho Allah dalam Hidup Bertetangga

Posted on: 6 Mei 2009

Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah swt adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah swt adalah mereka yang terbaik pada tetangganya.” (HR. At-Tirmidzi)

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Islam mengatur adab dalam bertetangga. Setiap muslim dianjurkan untuk selalu berbuat baik kepada tetangganya. Sebagai makhluk sosial, kita tidak mungkin hidup tanpa tetangga. Tetanggalah orang yang terdekat dengan kita. Disaat kita membutuhkan bantuan, tetanggalah orang pertama yang kita ketuk pintunya. Bahkan ketika ada orang yang meninggal, tetanggalah yang segera mengurusi jenazahnya. Begitu pentingnya dan mulia tetangga dalam kehidupan kita.

Berbuat baik dan saling membantu dengan tetangga merupakan salah satu ketakwaan kita kepada Allah swt. Allah swt berfirman:  “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Ma`idah: 2)

Dan Islam juga mengajarkan adan-adab bertetangga, sebagaimana firman Allah swt: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa`: 36)

Kembali ke hadits Rasulullah saw diatas, kita dianjurkan untuk selalu berbuat baik dan berakhlak mulia kepada tetangga. Semakin baik seseorang kepada tetangga, semakin mulia dan tinggi pula derajatnya di sisi Allah swt. untuk itulah ada baikny apabilan kita berlomba-lomab dalam berbuat baik kepada tetangga agar menjadi yang terbaik di sisi Allah swt. Sekaligus hal ini kita jadikan sebagai ladang beramal dan mendekatkan diri kepada Allah swt. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Ma`idah: 35)

Pentingnya berbuat baik dan memiliki adab mulia kepada tetangga dengan cara menahan diri dan meninggalkan segala bentuk kezaliman kepada tetangga. Hal ini mengacu sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia sakiti tetangganya.” (HR. Bukhari).

Namun apa yang terjadi, sekarang ini sudah banyak kita jumpai buruknya hubungan bertetangga, serta tidak adanya sosialisai dengan tetangga seolah mereka hidup di dunianya sendiri.  Saling menjatuhkan, tidak mau kalah dengan tetangga, hingga memutuskan tali silaturahmi, seakan halal bagi mereka. Bahkan tidak jarang orang tidak ingin terusik dengan tetangganya hingga meninggikan pagar dan tembok rumahnya. Saling mengucap salam dan bertegur sapa pun menjadi hal yang sangat langka.  Rasulullah saw mengabarkan bahwa hal tersebut adalah satu dari sekian banyak tanda dekatnya hari kiamat. Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan tegak hari kiamat hingga tampak perzinaan, perbuatan-perbuatan keji, pemutusan silaturrahmi, dan jeleknya hubungan bertetangga.” (HR. Ahmad)

Dan ternyata bukan itu saja, bila kita lihat berita di surat kabar maupun televisi, telah terjadi kezaliman kepada tetangga yang lebih parah seperti membunuh. Dengan demikian, benarlah sabda Rasulullah saw berikut:  “Hari kiamat tidak akan dibangkitkan hingga seseorang membunuh tetangga, saudara, dan bapaknya.” (HR. Bukhari)

Hal-hal tersebut merupakan kezaliman dalam bentuk perbuatan, selain pula membuang sampah di sekitar pintu rumah tetangga, mempersempit pintu masuknya, atau  hal lain yang merugikan tetangga. Sedangkan kezaliman dalam bentuk perkataan seperti berpesta ataupun mengobrol dengan suara berisik hingga malam hari/waktu istirahat, serta memperdengarkan suara mengganggu lainnya seperti radio/musik dan televisi yang diputar dengan keras.

Allah swt memerintahkan kita untuk selalu berbuat baik kepada tetangga serta orang-orang yang telah berbuat baik pada kita. Firman Allah swt: “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Serta sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berbuat baiklah kepada tetangganya.” (HR. Bukhari).

Semoga Allah swt selalu merahmati kita untuk senantiasa menggapai ridho-Nya dengan berbuat baik kepada tetangga serta semua makhluk-Nya, serta tak lupa pula meningkatkan ketakwaan kepada-Nya dan selalu meneladani Rasulullah saw.

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: