cahya islam

Tawadhu’

Posted on: 7 Mei 2009

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.” (QS. Al-A’raaf:146)

Tawadhu’ adalah sifat merendahkan diri, baik di hadapan Allah swt maupun terhadap setiap makhluk. Tawadhu’ adalah lawan kata dari takabur (sombong). Orang yang bertawadhu’ berarti orang yang selalu rela terhadap kedudukan yang lebih rendah, mau menerima kebenaran, serta rendah hati terhadap siapapun.

Allah swt sangat menyukai orang-orang yang tawadhu’ dan akan meridhoi mereka. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang bersikap tawadhu’ karena mencari ridho Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barang siapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya.Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi.” (HR. Al Baihaqi)

Rasulullah saw juga telah menjadi contoh teladan bagi pengikutnya untuk selalu memiliki sifat tawadhu.  Sifat tawadhu’ Rasulullah saw telah dimiliki sejak beliau masih dan sebelum masa kenabian beliau. Sifat tawadhu membuat Rasulullah saw orang yang berbudi luhur dan berakhlak mulia.

Sifat tawadhu’ Rasulullah saw kemudian telah diikuti pula oleh para sahabatnya. Maka, tak salah bila kita sebagai muslim juga harus memiliki sifat tersebut. Terutama di dunia fana ini, semakin banyak manusia yang terjebak dalam sifat riya dan sombong. Maka tawadhu’ lah yang kita butuhkan. Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, walaupun seberat biji sawi.” (HR. Muslim).

Sifat tawadhu’ seseorang dapat dilihat dari perilakunya sehari-hari. Bila ia sedang berdiskusi dengan orang lain, ia akan dapat menerima semua pendapat, saran, maupun kritik dengan lapang dada serta berterima kasih. Jika ia berhasil mengeluarkan pendapat yang lebih hebat dari rekannya, ia tidak akan sombong atau berbesar hati. Dengan kata lain, ia tidak suka menonjolkan diri di tengah-tengah mereka.

Mukmin yang tawadhu selalu memakai pakaian yang sederhana. Ia tidak riya’ terhadap apa yang dimilikinya dan apa yang ada pada dirinya, meskipun ia orang yang berkecukupan. Selain itu, ia juga tidak segan-segan bergaul dan memenuhi undangan orang miskin atau orang yang lebih rendah statusnya dari dirinya.

Seseorang yang tawadhu’ adalah orang yang telah mengikis habis sifat sombong yang ada dalam dirinya. Semoga kita selalu bisa istiqomah dalam menghilangkan kesombongan dan memiliki tawadhu’ yang sempurna. Amin.

3 Tanggapan to "Tawadhu’"

thanks yeaa…..
artikeell ygg bguzz cekalii
so..tugass agama cyaa jdie selsei’dehh

trimss ya atasss ini tugass agama q n kakak aq selesai dehhh

nama aq graceous sfransisca filipus lee
nama kakak perempuan aq gavenda ecca filipus
nama mama aq ecca graceous
nama papa aq filipus hendar

graceous: kelas 9 smp
gavenda: kuliah di IKIP
mama aq: kepala sekolah
papa aq: kepala kantor

graceous: kelas 1-4 dapat ranking 1,kelas 5-6 dpt ranking 3
gavenda: sama,tapi kelas 5-6 dapat ranking 2

thank you ni biodata keluarga saya
graceous kristen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: