cahya islam

Kasih Sayang Nabi Muhammad saw Kepada Anak-Anak

Posted on: 12 Mei 2009

Anak adalah titipan dari Allah Subhanahu wa ta’alaa sekaligus karunia yang tak ternilai bagi kebahagiaan sebuah keluarga. Anak merupakan generasi penerus di hari esok kelak yang diharapkan bisa menjadi seorang yang berguna bagi keluarga dan masyarakat.

Masa depan anak merupakan tanggung jawab orangtuanya yang mendidik dan membesarkan sang buah hati. Dalam mendidik anak, sedapat mungkin orangtua tak hanya memberikan pendidikan di rumah, namun juga pendidikan formal yang tinggi. Dan selama mendidik itulah kasih sayang sangat penting peranannya dalam membesarkan anak.

Penting pula bagi umat muslim untuk mendidik anak-anaknya sesuai dengan yang dicontohkan teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkenal sangat menyayangi anak-anak. Beliau sungguh memiliki kasih sayang yang tak terkira bagi anak-anaknya. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR. Bukhari)

Kasih sayang Nabi Muhammad saw tidak terbatas pada anak-anaknya saja, namun jga kepada seluruh anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umais Radhuyallahu ‘anhu (istri Ja’far bin Abi Thalib) pernah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR. Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Ketika air mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetes menangisi gugurnya para syuhada tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Wahai Rasulullah, Anda menangis?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ini adalah rasa kasih sayang yang Allah Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR. Bukhari)

Ketika air mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari)

Kasih sayang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terlihat dari sikapnya pada setiap anak-anak yang ditemuinya. Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata: “Demikianlah yang dilakukan Rasulullah saw.” (Muttafaq ‘alaih)

Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah marah, memukul, membentak, dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.

Dari Aisyah Rhadiyallahu ‘anhu ia berkata: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga dibawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memercikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR. Al-Bukhari). Sungguh suatu hal yang sangat terpuji yang patut kita tiru untuk anak-anak kita.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga senang bercanda dengan anak-anak. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu menuturkan: “Rasulullah sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhu, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya:  Zainab kecil)

Begitu perhatian dan sayangnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak. Bahkan beliau rela menggendong putrinya sambil sholat. Beliau sholat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengajarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Kasih sayang memang hal utama yang harus dimiliki setiap orang. Anak-anak pun sangat membutuhkan kasih sayang, baik dari orangtuanya maupun dari orang lain. Sikap-sikap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas patut ditiru oleh para orangtua dalam membesarkan anak-anaknya. Perilaku anak sangat tergantung dari contoh dan teladan orangtuanya. Oleh karena itu, hanya akhlak dan budi pekerti yang luhurlah yang akan menjadikan masa depan anak sesuai dengan yang kita dambakan.

4 Tanggapan to "Kasih Sayang Nabi Muhammad saw Kepada Anak-Anak"

saat ini rasanya rasa sayang pada diri insan manusia semakin menipis. suatu hal yang sangat melegakan ada tulisan yang bisa membuat timbulnya kembali rasa cinta/sayang. Semoga kita bisa meneladaninya

membaca artikel di atas menimbulakan rasa rindu yang mendalam kepada sosok nabi, belakangan ini sering terjadi tindak eksploitasi pada anak-anak padahal mereka adalah makhluk2 penerus perjuangan generasi, ironis sekali,,,,, para orang tua juga terkadang seperti tidak menyadari bahwa kenakalan anak-anaknya dewasa ini akibat banyaknya orangtua yang tidak mau terus belajar juga tidak mau tau bahwa zaman anak-anaknya kini tidak sama seperti zamannya dulu.(Pencinta anak-anak)

semoga kita smw dpat mencontoh rosululoh SAW…..dialah suritoladan kita…

rASULULLAH ADALAH INSAN YANG SEMPURNA DAN BERBUDI PEKERTI YANG LUHUR AKUPUN MENDAMBAKANNYA….. KASIH SAYANGNYA YANG BEGITU LUAS HINGGA PADA ANAK-ANAK PUN ……….. MASYALLAH ………..CINTAILAH RASULULLAH SAW DAN YANG TERSEBUT DALAM HADITS…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: