cahya islam

Adzan: Panggilan Sholat

Posted on: 13 Mei 2009

Setiap menjelang waktu sholat, selalu terdengar sebuah seruan yang merdu dan indah dari sang muadzin. Diucapkannya kalimat-kalimat Allah Subhanahu wa ta’alaa dan seruan untuk kaum muslim agar segera melaksanakan sholat. Itulah adzan yang merupakan lafadz khusus yang diamalkan kaum muslim sebagai tanda masuknya sholat wajib, baik sholat munfarid maupun berjamaah.

Adzan sebagai panggilan suci dari Allah Subhanahu wa ta’alaa memiliki makna selain sebuah seruan sholat, yaitu suatu simbol akan penyatuan dan penyeruan umat menuju kehidupan bahagia di dunia dan akhirat.

Adzan pertama kali dikumandangkan di Madinah oleh Bilal bin Rabah pada tahun pertama hijriah. Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab sebelumnya telah bermimpi tentang lafadz adzan. Ketika mereka memberitahukan mimpi tersebut pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau langsung menyuruh Bilal bin Rabah untuk menyerukan adzan. Latar belakang adzan ini sudah tentu untuk memanggil orang-orang untuk berkumpul dan sholat berjamaah di masjid Madinah Al Munawarrah.

Orang yang menyerukan adzan disebut muadzin. Adzan harus dilafadzkan oleh seorang laki-laki beragama Islam, berakal, dan melakukannya saat masuknya waktu sholat. Selain syarat-syarat tersebut, muadzin yang melafadzkan adzan dalam bahasa Arab itu haruslah suci dari hadas besar, hadas kecil, dan najis. Ketika mengumandangkan adzan, suara muadzin hendaknya lantang namun merdu dan nyaring, sambil menghadap ke arah kiblat.

Adzan sebagai syariat dalam Islam bukan saja sebagai seruan untuk sholat, namun juga seruan yang dikumandangkan saat-saat waktu atau peristiwa tertentu, yaitu ketika bayi baru dilahirkan dan ketika jenazah dikebumikan. Oleh karena itu, adzan juga merupakan suatu doa dan dzikir untuk memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa.

Lafadz adzan sebagai berikut:

Allah hu Akbar (4x) – Allah Maha Besar
Ash-hadu alla ilaha illallah (2x) – Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Ash-hadu anna Muhammadar rasulullah (2x) – Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah
Hayya ‘alasholah (2x) – Marilah mendirikan solat
Hayya ‘alal-falah (2x) – Marilah menuju kejayaan
*As-solatu khayru minan naum (2x) – Solat itu lebih baik dari tidur (khusus untuk adzan sholat subuh)
Allah hu Akbar (2x) – Allah Maha Besar
La ilaha illallah (1x) – Tiada Tuhan selain Allah

Jelaslah bahwa dalam lafadz adzan itu merupakan seruan yang lengkap akan ajaran ketauhidan bagi kaum muslim. Yaitu mengangungkan nama Allah, mengakui keesaannya, serta mengakui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah Subhanahu wa ta’alaa. Dengan mengamalkan kandungan adzan tersebut, semoga saja selalu bisa menambah keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa.

Tag:

3 Tanggapan to "Adzan: Panggilan Sholat"

Artikel yang bagus..

Ada Tips Membeli Komputer di http://kenmahdi.wordpress.com

Silahkan mampir mas….

pak ustad aku mau nanya nich,kalau dipanggil lewat adzan itu untuk sholat,tapi begitu berangkat menuju tempat panggilan udah sholat dimulai,besar mana pahalanya dengan jama’ah di majid yang sudah dimulai dengan jama’ah sama keluarga yang mulai awal.terimakasih atas bantuannya,mudah-mdahan mendapat pahala dari Alloh swt amin.

Asalamualaikum, bisa minta sumber aslinya pak? untuk bahan referensi. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: