cahya islam

Untuk Muslimah

Posted on: 14 Mei 2009

Wanita muslimah adalah dambaan setiap pria. Jangankan pria muslim yang taat, seorang pria yang pengetahuan agamanya minim pun mendambakan untuk dapat menikah dengan seorang wanita muslimah. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar, mengingat wanita muslimah mampu menjadi penyejuk hati.

Untuk menjadi wanita muslimah mungkin tidak mudah, bagi sebagian wanita. Namun jika niat yang dimiliki kuat dan selalu berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka menjadi seorang wanita muslimah tidaklah sesulit yang dibayangkan. Jika seorang wanita terus berpegang teguh pada syariat agama islam, insya Allah dengan sendirinya, bahkan tanpa disadarinya, ia akan termasuk ke dalam golongan wanita muslimah.

Untuk para wanita, berikut ini ada beberapa nasehat yang dapat direnungkan dan dilaksanakan dalam upaya menjadi seorang wanita yang muslimah:

Pertama: Wanita Muslimah senantiasa beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Rabbnya, percaya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai Nabinya, dan percaya Islam sebagai agamanya. Dan tampak wujud iman itu dalam perkataan, amalan dan i’tiqad. Dia senantiasa waspada, menjauhi murka Allah dan takut pada kepedihan adzab-Nya serta menjauhi apa-apa yang menyelisihi perintah-Nya.

Kedua: Wanita Muslimah senantiasa menjaga shalat lima waktu dengan wudhunya dan khusu’nya serta memperhatikan waktunya. Kesibukan tertentu tidak menjadikan shalat terabaikan. Kesenangan tertentu tidak sampai melalaikan ibadah. Sehingga tampaklah padanya dampak dari penghayatan shalat. Karena sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan shalat juga merupakan benteng yang besar dari kemaksiatan.

Ketiga: Wanita Muslimah senantiasa menjaga dan memelihara hijab. Merasa senang hati dan mulia dengan busana muslimah itu. Dia tidak keluar kecuali selalu menutup auratnya dan memohon perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dia bersyukur kepadaNya atas kemulian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hijab tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah menjaga dan menginginkan kesucian dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuhnya”(al-Ahzab: 59)

Keempat: Wanita Muslimah senantiasa bersemangat untuk menjalankan ketaatan pada suaminya, bersikap lemah lembut terhadapnya, menyayanginya, dan mendorongnya kepada kebaikan, memberi nasehat kepadanya dan menjadikan sang suami bisa beristirahat. Dia tidak meninggikan suara terhadapnya dan tidak menyakiti dalam kata-kata.

Telah tersebut di dalam riwayat yang shahih bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadlan dan taat pada suaminya niscaya dia masuk surga Rabbnya.” (HR. Ahmad dan Thabarani).

Kelima: Wanita Muslimah senantiasa mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengajarkan pada mereka aqidah yang benar, menanamkan pada hati mereka kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kecintaan pada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta menjauhkan mereka dari kemaksiatan dan akhlaq yang tercela.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim:6)

Keenam: Wanita Muslimah tidak berduaan di tempat sepi dengan laki-laki asing (bukan mahram).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidaklah seorang perempuan bersepi-sepi dengan seorang laki-laki kecuali setan menjadi yang ketiganya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim)

Sehingga dia tidak bepergian tanpa mahram, dan tidak mendatangi pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali dalam kondisi mendesak sambil memakai hijab, terselimuti dan rapi tertutup.

Ketujuh: Wanita Muslimah tidak menyerupai laki-laki pada perkara yang khusus bagi laki-laki.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

“Allah melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki.” (Hadits shahih).

Dan jangan sampai menyerupai perempuan-perempuan kafir pada ciri khas mereka dalam hal pakaian, gerak-gerik, dan tingkah laku, dan lainnya.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya)

Kedelapan: Wanita Muslimah sebagai seorang da’i yang menyeru menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala di barisan perempuan dengan bahasa yang baik, dengan berkunjung ketetangga, dengan menelpon saudari-saudarinya, dengan kitab-kitab kecil dan kaset-kaset Islami. Dia juga melakukan apa yang ia katakan, dan giat untuk menyelamatkan diri dan saudarinya dari adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

“Sesungguhnya bila Allah memberikan hidayah kepada satu orang lantaran anda, itu lebih baik bagi anda daripada harta yang termahal.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesembilan: Wanita Muslimah senantiasa menjaga hatinya dari perkara syubhat (yang samar) dan syahwat serta menjaga matanya dari perkara yang haram. Menjaga telinganya dari musik, perkataan cabul/jorok dan dosa. Menjaga anggota tubuh seluruhnya dari penyimpangan. Dan mengetahui bahwa yang demikian ini adalah taqwa.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Barangsiapa yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya niscaya dia akan menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya dan (menjaga) perut dan apa yang dimuatnya. Dan barangsiapa yang mengingat kematian dan kebinasaan, dia akan meninggalkan perhiasan kehidupan dunia.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim).

Kesepuluh: Wanita Muslimah memelihara waktunya agar tidak terbuang sia-sia, menjaga siang hari atau malamnya agar tidak berantakan. Dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), ataupun mencaci, dan hal-hal yang tidak berguna lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan jauhilah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau dan mereka telah terpedaya dengan kehidupan dunia. (Al-An’am:70)

Allah Ta’ala berfirman tentang kaum yang menyia-nyiakan umurnya, bahwa mereka akan berkata:

Betapa ruginya kami karena apa-apa yang telah kami lalaikan di dalamnya (dunia) (Al-An’am: 31)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu membimbing kita dan tetap istiqomah untuk menjadi  seorang wanita muslimah yang sebenar-benarnya.

AMIN……………

1 Response to "Untuk Muslimah"

amiin..jadikanlah hamba insan yang senantiasa bersukur atas segala rahmat-MU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: