cahya islam

Kisah Nabi Muhammad saw dan Penggembala

Posted on: 16 Mei 2009

Ketika Nabi Muhammad saw  mengadakan pengepungan terhadap beberapa benteng Khaibar, datanglah seorang penggembala yang berwajah hitam bersama kambing-kambing gembalaannya. Dia adalah orang upahan yang bekerja pada orang-orang Yahudi di benteng itu untuk menggembala kambing mereka. Lalu dia berkata kepada Nabi Muhammad saw, “Wahai Muhammad, terangkan kepadaku apa itu Islam!” Beliau pun memaparkannya secara panjang lebar, hingga akhirnya orang itu tertarik dan masuk Islam.

Tatkala sudah masuk Islam, dia berkata, “Wahai Nabi Muhammad saw, sesungguhnya aku ini seorang upahan yang bekerja pada pemilik kambing-kambing ini sebagai amanat bagiku. Apa yang harus aku lakukan (terhadap kambing-kambing itu)?”

Beliau menjawab, “Lemparkan pasir ke wajah-wajahnya, supaya ia kembali lagi ke tuannya.” Maka, si penggembala berkulit hitam itu mengambil segenggam pasir, lalu melemparkannya ke arah wajah kambing-kambing tersebut seraya berkata, “Pulanglah ke tuan kalian, demi Allah, aku tidak akan pernah sudi lagi menemani kalian.” Maka kambing-kambing itu pun pergi secara bergerombolan seakan ada orang yang menggiringnya hingga semuanya masuk ke benteng itu.

Setelah itu, si penggembala maju ke arah benteng itu untuk ikut serta berperang bersama kaum Muslimin namun dia terkena lemparan batu keras yang kemudian merenggut nyawanya, padahal dia belum sempat shalat walaupun satu rakaat.

Kemudian jenazahnya dibawa ke samping Nabi Muhammad saw, dalam kondisi tubuhnya tertutup dengan pakaian yang melilitnya. Lalu Nabi Muhammad saw yang ketika itu bersama sebagian para shahabatnya menoleh ke arahnya kemudian berpaling. Mereka lantas berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau berpaling darinya.?”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya dia sekarang bersama isterinya, bidadari cantik yang sedang menggerak-gerakkan badannya untuk menghilangkan debu yang menempel.”
Subhanallah….
Maha Suci Allah dengan segala rahmat-Nya. Penggembala lusuh itu masuk surga, padahal ia belum sholat satu rakaat pun. Jelas bahwa itu adalah balasan baginya karena telah masuk islam dengan ikhlas serta selalu mengikuti apa yang diperintahkan Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah swt.

sumber: Kisah-Kisah Sejuta Hikmah, Syekh Syihabuddin Al-Qalyubi

1 Response to "Kisah Nabi Muhammad saw dan Penggembala"

Makasih ilmunya…..sangat bermanfaat buat saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: