cahya islam

Archive for the ‘akhlak’ Category

Perdebatan adalah hal yang biasa dan lumrah dalam kehidupan. Perdebatan dapat timbul karena tak semua isi kepala manusia itu sama. Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya. Allah Subhanahu wa ta’ala juga menciptakan perbedaan-perbedaan diantara setiap manusia. Menurut saya, dengan adanya perbedaan itulah kita  diajarkan untuk saling menghargai sesama, juga melatih kesabaran kita, apakah kita cukup berbesar hati menerima segala perbedaan yang ada?

Justru perbedaan itulah yang akan membuat dunia ini semakin berwarna, meski harus ada perdebatan di dalamnya.  Namun sebagai manusia yang mencoba untuk lebih baik lagi, ada baiknya kita tetap selalu berada di koridor syariah. Berdebat secara sehat, misalnya. Tanpa panjang lebar lagi (karena sudah terlalu panjang kali lebar saya berkata-kata), saya coba uraikan etika berdebat dalam Islam dari beberapa sumber yang telah saya baca. Semoga berguna bagi para debaters, baik saat berdebat/diskusi di dunia nyata maupun dunia maya. Baca entri selengkapnya »

Perkara ini sepertinya sepele, namun jika tidak diamalkan maka bisa dibilang akan menyimpang dari hukum/syariat agama. Untuk itulah Islam mengatur adab-adab ketika bertamu. Diantaranya mengucap salam kepada pemilik rumah, memilih waktu untuk bertamu, menjaga pandangan, dan lain-lain.

Memperbaiki Niat

Tidak bisa dipungkiri bahwa niat merupakan landasan dasar dalam setiap amalan. Hendaklah setiap muslim yang akan bertamu, selain untuk menunaikan hajatnya, juga ia niatkan untuk menyambung silaturahim dan mempererat ukhuwah. Sehingga tidak ada satu amalan pun yang ia perbuat melainkan berguna bagi agama dan dunianya. Tentang niat ini Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya seluruh amal perbuatan itu dengan niat dan setiap orang tergantung pada apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim). Baca entri selengkapnya »

Setiap Muslim hendaknya memperhatikan sunnah-sunnah ketika ia akan keluar rumah dan kembali/masuk ke dalam rumah. Misalnya saja doa yang diucapkan, memberi salam, dan lainnya. Doa yang dianjurkan ketika hendak keluar rumah yaitu:

Bismillahi tawakaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illa billah

Artinya: “Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.” (HR. Abu Daud, Tirmidzy dan Nasai) Baca entri selengkapnya »

Tag: , ,

“Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia belanjakan dan tentang jasadnya untuk apa dia hancurkan (gunakan).” (HR. At-TiRmidzi)

Kesempurnaan Islam seseorang bisa diukur dari sikapnya terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat baginya, baik yang berkaitan dengan dunianya maupun diennya. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya meninggalkan segala hal/perbuatan yang tidak bermanfaat dan tidak penting. Hal ini juga bertujuan memberikan ketenangan jiwa dan tidak terbebani oleh suatu perkara. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Dari tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. At-TiRmidzi) Baca entri selengkapnya »

Tutur kata adalah senjata yang utama bagi setiap kader dakwah. Karena melalui tutur kata tersebutlah, kalimat-kalimat dakwah banyak terlontar dan menyentuh hati umat. Tutur kata sangat menentukan penilaian dan bentuk respon yang akan diberikan oleh pendengar atau target dakwah.

Rasulullah saw adalah figur dakwah dengan sifat dan kepribadian yang sempurna. Dan tutur kata ini merupakan salah satu faktor yang sangat beliau jaga nilai-nilai keluhurannya dalam perjalanan dakwahnya. Karena beliau mengerti bahwa sesungguhnya tutur kata memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap hati para pendengarnya (umatnya). Tutur kata yang buruk tentu saja akan memberikan imbas, respon, atau efek yang buruk pula. Sebaliknya, tutur kata yang baik dan mulia tentunya akan menghasilkan respon dan efek yang baik pula bagi para pendengarnya dan juga penuturnya itu sendiri. Baca entri selengkapnya »

Kaum Muslim sudah sepatutnya menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai teladan atau panutan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu menjalankan hidup dengan kesederhanaan. Hidup sederhana dapat berarti tidak berlebih-lebihan dalam segala hal serta melakukan penghematan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan. Allah swt berfirman: “…. makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf :31) Baca entri selengkapnya »

sholatAllah swt telah mewajibkan umat Islam sholat fardhu lima kali sehari. Di dalam sholat pula kita sebagai muslim senantiasa mengingat-Nya. Apabila kita senantiasa ingat kepada Allah swt, berarti kita senantiasa dekat kepada Allah swt yang juga senantiasa memberikan keselamatan dan rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang bertakwa. Itulah kekuatan sholat yang juga sebagai penanda kualitas keislaman dan kecintaan kita kepada Allah swt. Sholat juga sebagai tanda kepatuhan kita kepada syariat Islam, dan jika kita meninggalkannya sama dengan menjerumuskan diri sebagai manusia yang merugi. Baca entri selengkapnya »


Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 8 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 8 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 8 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 8 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 8 years ago

Arsip

Juli 2017
J S M S S R K
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Statistik Blog

  • 2,051,062 hits

Laman