cahya islam

Kasih Sayang Rasulullah saw

Posted on: 29 Juli 2009

Satu hal yang patut disyukuri oleh setiap umat muslim adalah bahwa mereka memiliki seorang imam yang sangat mulia dan senantiasa mencintai mereka tanpa ada batasnya. Rasulullah saw adalah pemimpin umat yang senantiasa memperjuangkan kepentingan umat.

Kasih sayang Rasulullah saw kepada umat Islam tiada taranya. Banyak fenomena yang dapat dijadikan bukti betapa Rasullah saw teramat menyayangi umatnya. Tentunya kita semua masih ingat bagaimana keadaan bangsa Arab sebelum kedatangan Rasulullah saw yang membawa dan menyebarkan ajaran Islam. Mereka adalah umat yang bejat akhlaknya, rusak moralnya. Bangsa Arab pada masa jahiliyah terbiasa mengubur bayi-bayi perempuan mereka hidup-hidup tanpa belas kasihan karena dianggap sebagai aib. Perjudian, mabuk-mabukan, buka-bukaan aurat, dan segala bentuk kemaksiatan menjadi santapan sehari-hari bangsa Arab pada masa jahiliyah.

Lalu ketika Rasulullah Muhammad saw datang dengan membawa ajaran Islam, bangsa Arab pun berangsur-angsur berubah menjadi bangsa yang berakhlak mulia. Wanita yang dulu senantiasa dianggap rendah, kini menjadi mahkluk yang dimuliakan.

Perjuangan Rasulullah saw dalam menyebarkan Islam di tanah Arab dan memperbaiki akhlak bangsa Arab pun bukanlah satu perjuangan yang mudah dan singkat, tetapi merupakan satu perjuangan panjang yang sangat berat. Hinaan, cacian, makian, terror dan percobaan pembunuan, semua telah dialami oleh Rasulullah saw ketika berdakwah untuk menyebarkan ajaran Islam di tanah Arab tersebut. Dalam perjalanan dakwahnya, Rasulullah saw pernah diludahi, pernah pula gigi beliau patah karena kezaliman orang-orang kafir pada saat itu. Rasulullah saw pun pernah dan sering terlibat peperangan, bahkan peperangan besar yang tidak seimbang, namun Rasulullah saw pantang menyerah dan senantiasa menjadi pemenang hingga terciptalah bangsa Arab yang jauh lebih beradab.

Andaipun pada saat itu Rasulullah saw menyerah untuk menyampaikan ajaran Islam karena berbagai perbuatan zalim yang dilakukan kepada beliau, mungkin saat ini kejahiliyahan dan kemaksiatan masih menjadi santapan utama umat manusia, dan siap menghantarkan mereka ke jurang neraka. Namun Rasulullah saw tidak demikian, kasih sayang beliau kepada umat telah membuat beliau bertahan untuk terus berusaha menyampaikan kalam-kalam Allah swt kepada umat manusia.

Pernah suatu ketika Rasulullah saw mendatangi kota Thoif untuk mengabarkan bahwa tiada Tuhan selain Allah swt. Namun apa yang terjadi? Penduduk Thoif langsung saja melemparinya dengan batu sebelum Rasulullah saw selesai menyampaikan risalahnya. Akibat perbuatan penduduk Thoif tersebut, Rasulullah saw pun berlari dengan luka-luka yang cukup parah, bahkan Rasulullah saw sampai harus kehilangan giginya karena patah.

Mengetahui hal tersebut, Malaikat Jibril pun segera turun dan menawarkan bantuan kepada Rasulullah saw. Malaikat Jibril berkata, “Wahai kekasih Allah, apa yang kau ingin aku lakukan terhadap mereka. Jika kau mau aku akan membalikkan tanah yang menopang mereka sehingga mereka hilang tertelan bumi?”

Seandainya Rasulullah saw menerima tawaran Malaikat Jibril untuk membalikkan tanah yang menopang wilayah penduduk Thaoif, maka bereslah sudah kejahatan penduduk Thoif tersebut. Namun sekali lagi, kelembutan hati dan besarnya rasa kasih sayang di dalam hati Rasulullah saw kepada umatnya tidak mengizinkan hal tersebut. Rasulullah saw tetap bersabar dan menerima perlakuan penduduk Thoif tanpa rasa benci, kemudian beliau berkata kepada Malaikat Jibril:

“Jangan wahai Jibril. Mereka melakukan itu karena mereka belum tahu. Mungkin hari ini mereka menolak ajaranku, tapi aku berharap anak cucu mereka di kemudian hari akan menjadi pengemban risalahku.”

Subhanallah, betapa besar kasih sayang Rasulullah saw kepada umatnya, sampai-sampai ia pun tidak mau menyakiti orang-orang yang telah menyakitinya, justru ia tetap mengharapkan mereka agar suatu saat dapat berubah (beriman kepada Allah swt).

Sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada umat, Rasulullah saw pun senantiasa berwasiat kepada para sahabat dan umatnya untuk senantiasa berbuat baik. Beliau memberikan contoh dan menjadi contoh. Bahkan dalam peperangan pun Rasulullah saw juga melarang umatnya untuk bertindak berlebihan; membunuh anak-anak, wanita, orang-orang tua (lansia), dan orang-orang yang lemah atau tidak berdaya.

Rasulullah saw adalah seorang pemimpin umat yang senantiasa dapat merasakan penderitaan yang dirasakan oleh umatnya.

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-taubah (9) : 128)

Sebagai bentuk kasih sayang kepada keluarga dan umatnya, Rasulullah saw pun memberikan contoh dalam kehidupan berkeluarga. Meskipun seorang Rasulullah yang dimuliakan dan panglima perang yang disegani oleh kawan dan lawan, namun Rasulullah saw biasa mengerjakan pekerjaan rumah. Beliau terbiasa membantu istri-istri beliau untuk mencuci, menambal, pakaian atau menambal perabot rumah tangga. Beliau melakuan itu tanpa rasa malu sebagai apresiasi kasih sayang beliau kepada istri-istri beliau, dan sebagai contoh bagi umatnya untuk senantiasa saling membantu dan menyayangi. Besarnya kasih sayang Rasulullah saw kepada keluarganya juga terwujud dalam sabda beliau yang memerintahkan kepada umatnya untuk senantiasa bersikap baik kepada keluarganya.

”Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku diantaramu” (H.R. Tirmidzi)

Kasih sayang Rasulullah saw kepada umatnya tidak dapt diukur dengan harta ataupun tahta. Kasih sayang Rasulullah saw sepanjang zaman, hingga pada datik-detik akhir dari kehidupannya pun Rasulullah saw senantiasa memikirkan dan menyebut-nyebut umatnya … Ummati … ummati … Ummati …

(syahadat)

6 Tanggapan to "Kasih Sayang Rasulullah saw"

kendati kita tidak mampu menyamai sifat Rasul, setidaknya kita upayakan semaksimal mungkin mendekati sifat beliau. Tolong dikirim tulisan ini ke blogku, trims

Alhamdulillah..dengan membaca tulisan ttg Rosulullah smg menambah rasa cinta sy kpd beliau shngga dpt meneladani sifat2nya..saya suka skali tauladan beliau yg mencintai umatnya hingga akhir hayatnya,kdg2 tak terasa air mata menetes mengingat msih jauh sifat2 dari suri&tauladannya..

Syukur Kehadrat illahi ..beruntung besar kita lahir sebagai umat S.A.W..bergoncang jiwa bila mengenangkan begitu besar Dan dlmnya kasih sayang rasullallah ini terhadap umatnya ..hingga disaat2 akhir nyawa baginda hampir terpisah ..itulah kata2 terakhir ..umati.umati..umati..maka dikala ini ..diwaktu ini..marilah kita berselawat sebyk mungkin kepda baginda sempena hari kelahiran manusia AGUNG ini…ALLAHUAKBAR.”.

saya merasakan kasih sayang rasulullah.s.a.w.

Amin ya allah moga aku adalah menjdi umat muhamad yang sesungguhnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 7 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 years ago

Arsip

Juli 2009
J S M S S R K
« Jun   Agu »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Statistik Blog

  • 1,873,845 hits

Laman

%d blogger menyukai ini: