cahya islam

Akhlak Istri Terhadap Suami

Posted by: sari on: 3 Mei 2009

Akhlak seorang istri terhadap suami adalah sebagai berikut:

  • Wajib mentaati suami, selama bukan untuk bermaksiat kepada Allah SWT.
    Al Bazzar dan Ath Thabrani meriwayatkan bahwa seorang wanita pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, “Aku adalah utusan para wanita kepada engkau: jihad ini telah diwajibkan Allah kepada kaum laki-laki; jika menang diberi pahala, dan jika terbunuh mereka tetap hidup diberi rezeki oleh Rabb mereka, tetapi kami kaum wanita yang membantu mereka, pahala apa yang kami dapatkan?” Nabi SAW menjawab, “Sampaikanlah kepada wanita yang engkau jumpai bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya itu sama dengan jihad di jalan Allah, tetapi sedikit sekali di antara kamu yang melakukannya.”
  • Menjaga kehormatan dan harta suami
    Allah SWT berfirman, “Maka wanita-wanita yangbaik itu ialah yang mentaati suaminya dan menjaga hal-hal yang tersembunyi dengan cara yang dipelihara oleh Allah.” (QS. An Nisa’:34)
  • Menjaga kemuliaan dan perasaan suami
    Ketika Asma bin Kharijah Al-Fazariyah menyerahkan anak perempuanya kepada suaminya di malam pernikahannya, ia berkata,”Wahai anakku, sesungguhnya engkau telah keluar dari kehiduoan yang selama ini engkau kenal. Sekarang engkau akan berada di ranjang yang belum pernah engkau ketahui, bersama pasangan yang belum sepenuhnya engkau kenali. Karena itu, jadilah engkau bumi baginya dan dia akan menjadi langit bagimu, jadilah engkau hamparan baginya dan dia akan menjadi hamba sahaya bagimu. Janganlah engkau menentangnya, sehingga ia membencimu. Jangankah engkau menjauh darinya, sehingga ia melupakanmu. Jika ia menjauh darimu, maka menjauh pulalah engkau darinya, dan jagalah hidungnya, pendengarannya dan matanya; jangan sampai ia mencium darimu kecuali yang harum, janganlah ia mendengar kecuali yang baik, dan jangan ia memandang kecuali yang cantik.”
  • Melaksanakan hak suami, mengatur rumah dan mendidik anak
    Anas r.a berkata, “Para sahabat Rasulullah SAW apabila menyerahkan pengantin wanita kepada suaminya, mereka memerintahkan agar melayani suami, menjaga haknya, dan mendidik anak-anak.”
  • Tidak boleh seorang istri menerima tamu yang tidak disenangi suaminya.
  • Seorang istri tidak boleh melawan suaminya, baik dengan kata-kata kasar maupun dengan sikap sombong.
  • Tidak boleh membanggakan sesuatu tentang diri dan keluarganya di hadapan suami, baik kekayaan, keturunan maupun kecantikannya.
  • Tidak boleh menilai dan memandang rendah suaminya.
  • Tidak boleh menuduh kesalahan atau mendakwa suaminya, tanpa bukti-bukti dan saksi-saksi.
  • Tidak boleh menjelek-jelekkan keluarga suami.
  • Tidak boleh menunjukkan pertentangan di hadapan anak-anak.
  • Agar perempuan (istri) menjaga iddahnya, bila ditalak atau ditinggal mati oleh suaminya, demi kesucian ikatan perkawinannya.
  • Apabila melepas suami pergi bekerja, lepaslah suami dengan sikap kasih, dan apabila menerima suami pulang bekerja, sambutlah kedatangannya dengan muka manis/tersenyum, pakaian bersih dan berhias.
  • Setiap wanita (istri) harus dapat mempersiapkan keperluan makan, minum, dan pakaian suaminya.
  • Seorang istri harus pandai mengatur dan mengerjakan tugas-tugas rumah tangganya.

13 Tanggapan ke "Akhlak Istri Terhadap Suami"

mas mmw tanya ya klo da jnji lngsung di batalin N bwt janji yg laen dengan resiko yang lebih ringan. gmn itu mas

Assalamu’alaikum,
salam kenal sebelumnya dan terimakasih telah berkunjung ke blog saya.

seperti yang kita tahu bahwa janji adalah hutang yang harus dibayar. Menepati janji merupakan salah satu akhlak terpuji yang telah dicontohkan oleh teladan kita Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

menurut saya, janji yang langsung dibatalkan harus dengan persetujuan kedua belah pihak yang membuat janji tersebut. dan untuk membuat janji yang lain lagi, maka tentu saja janji tersebut harus ditepati. karena janji yang diucapkan bukan saja harus ditepati namun juga akan dimintakan pertanggung jawabannya kelak. sebagaimana firman Allah swt: “Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra:34).

demikian, semoga bermanfaat. wallahu a’lam bish-shawab.

=sari=

Ass. Mau tanya mas.
Klo istri brani ama suami,dah gt suka menjelek2n keluarga suami, karena awalny ktk nikah jg udah ga suka ama keluarga suami. sikap sbg seorang suami gmn?
Klo dibilangin susah bgt. Saya seringnya ngalah aj. Abis ga tega klo udah liat istri mpe nangis. Saya emang cinta ma istri saya,tp sering makan ati sndr. Apalagi,klo udah nyebut nama klg sy. Mhn bantuany.
Wass.

wa’alaikum salam,

menurut saya mas igoen tetap bersabar menghadapi istri. ada baiknya Anda juga terus mendidik istri Anda dengan ajaran2 agama, karna Anda sebagai kepala rumah tangga wajib membawa keluarga sesuai dengan syariat Islam. perbanyak beribadah bersama-sama, Anda mengimami istri dan keluarga ketika sholat, dan membaca serta mengkaji Al Quran bersama-sama. insya Allah jika dekat dengan Allah swt akan dibukakan pintu hatinya. sisi positif lainnya,Anda bisa bertambah dekat dengan istri. istri pun bisa semakin menghormati Anda.

setahu saya, istri yg berani (melawan) pada suami itu dosa, apalagi jika menjelek2kan. dan tingkah laku istri yang tidak dididik ajaran agama oleh suaminya maka suaminya itu akan ikut berdosa,karna mendidik istri merupakan kewajiban/tanggung jawab suami. jadi intinya dikembalikan lagi pada ajaran agama (Al Quran, hadits/sunnah).

kurang lebih begitu, semoga berkenan. wassalam.

Saya deket dgn istri saya,bahkan mungkin bs dibilang mesra. Tp itu td,kebencian dia dgn keluarga saya yg mmbuat sy bngung. Sy sering sakit hati bila dia sudah mnjelek2n klg sy. Sy jg sering nasehati,tp jatohny malah bertengkar. Palagi klo saya kerasi, bisa kacau. Sering dia blg minta cerai,meskipun itu hanya emosi sesaatny saja. Karena sy tau dia sgt mencintai saya.
Sy ga pernah blg org lain ttg hal ini. Pasti mereka akan nyaranin sy unk menceraikanny.
Srg terlintas dipkrn unk cerai..cerai..&cerai..klo emosi lg bnr2 memuncak,tp itu ga pernah terjadi. Jd smw hanya jadi tanggungn/beban pkrn sndri aj.
Entah lah.. Mdh2n 4JJI memberikan jalan kluar terbaik unk saya.

Assalamu’alaikum,

wah..aneh juga ya..biasanya kalau saling mencintai dan menyayangi, otomatis istri sayang juga dengan keluarga suami.tapi Anda sebaliknya. Begitupun dari pihak keluarga Anda (suami), harus tetap bersikap baik pada istri Anda, apapun kondisinya.

Sikap Anda sepertinya sudah bagus, menasihatinya, asal jangan terlalu keras hingga Anda berdua ribut. Mungkin istri Anda memang sudah dari sananya begitu, sulit untuk menerima keluarga Anda. Namun Anda jangan bosan untuk menasihatinya. Dan sambil terus berdoa (perbanyak sholat sunnah khususnya sholat tahajud), memohon kepada Allah swt agar istri Anda dibukakan pintu hatinya, bisa menjadi baik pada keluarga anda dan tidak menjelek2kan lagi. Sesungguhnya Allah swt Maha membolak-balikkan hati seseorang.

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Salim, dari Abdullah bahwa ia berkata, “Nabi saw seringkali bersumpah dengan menggunakan kalimat, ‘Demi Allah yang membolak-balikan hati.’”

Artinya, demikian cepat Allah swt kuasa membalikkan dan mengubah berbagai perasaan hati, secepat angin yang bertiup kencang. Disebutkan dalam Al Quran: “Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendindingi (membuat dinding pembatas) antara manusia dan hati.” (QS. Al Anfaal: 24)

Maksudnya ialah sesungguhnya Allah swt menghalangi antara seseorang dan akalnya sehingga ia tidak tahu lagi apa yang sedang dilakukannya.

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati.” (QS. Qaaf: 37)

Saya doakan semoga istri Anda bisa berubah, baik kepada seluruh keluarga Anda, dan pernikahan Anda dan istri tetap utuh. Allah swt pasti memberikan jalan terbaik untuk hamba-Nya yang sedang dirundung masalah. karena ini merupakan salah satu ujian bagi anda, istri, maupun keluarga.

wassalam.

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Mas, saya mau bertanya sedikit tentang kelakuan istri saya dan keluarganya.
Istri saya minta cerai karena saya dipaksa utk mengikuti kebiasaan-2 di kampungnya dia, seperti Haul orang mati, Maulidan, Rajaban, Rabu Wakasan (tolak Bala) dllnya. Semetara saya tau semuanya itu adalah Bid’ah.
Gimana menurut mas, apa yang saya harus lakukan, masalahnya anak-2 masih kecil-2 .
Terima kasih
Wassalam

Wa’alaikum salam wr.wb.

maksudnya Anda akan dicerai istri jika tidak mengikuti kebiasaan2 bid’ah di kampungnya?

betul bahwa kita harus menjauhi/meninggalkan bid’ah dari setiap amalan ibadah kita. karena suatu amalan yang kita lakukan mesti bersumber dari Al Quran dan As-Sunnah. Namun memang yang namanya kebiasaan/adat sangat susah ditinggali, seperti halnya haul utk orang meninggal dan maulidan yang sering dilakukan masyarakat kita.

Mengkhawatirkan juga ya jika Anda tidak mau mengikutinya, perceraian menanti Anda. seharusnya istri Anda tidak sampai berlebihan begitu ya, toh agama adalah hak dan keyakinan seseorang, dimana jika Anda tidak sreg dan meyakini kebiasaan2 tersebut, anda tidak harus mengikutinya. Apakah anda sudah memberikan pengertian kepada istri Anda? APakah Anda sudah memberikannya pemahaman lebih dalam lagi tentang agama? jika belum, sebaiknya Anda mencobanya.

Menurut saya, sebisa mungkin Anda mempertahankan pernikahan Anda, jangan sampai cerai, apalgi anak2 Anda masih kecil2. dan jika Anda terpaksa mengikuti adat2 tsb, niatkan hanya untuk menghormati adat, bukan untuk ibadah. namun saat Anda membaca doa2/dzikir (pada haul ataupun maulidan, dll) pastinya doa2 itu tetap ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada acara yang sedang Anda ikuti. Wallahu a’lam bish-shawwab.

Semoga Anda berkenan dengan jawaban saya. Supaya Anda bisa lebih puas, mungkin bisa bertanya pada ustadz terdekat di tempat Anda mengenai bid’ah.

terimakasih dan wassalam.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mbak Sari, melanjutkan masalah yg diatas…. sy sdh berusah menjelaskan masalah Bid’ah ini kepada istri, tapi karena dia takut sekali sama Bapaknya dan kayaknya sdh mendarah daging kebiasaan itu jadinya susah utk di tinggalkan…..
Kalau sy berkecimpung dalam acara-2 mereka, bukan berarti saya sama dengan mereka…..Istri dan keluarganya kasih sy ultimatum hingga akhir Ramadhan ini kalau tdk ada keputusan dari saya maka perceraianlah yg akan terjadi….sy mohon do’anya saja dari saudara-2ku yang membaca tulisan saya ini. Terima kasih….
Wassalam

Assalalmualaikum..

Mba Sari, Kebetulan saya dan suami saya sama-sama muslim tapi beda aliran islam.

saya sering berdebat dgn suami saya apabila membicarakan soal agama. dan saya tidak pernah mau dengar apa omongannya krn saya yakin apa yg saya yakini. tapi kadang saya dengarkan dan ikutin klo itu sepaham dgn saya.

Apakah saya berdosa?

Wassalam

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

mba, makasih atas ulasannya, sangat bermanfaat… ^_^
kalo bole rikwes, kapan2 ditulis juga tentang akhlak suami kepada istri…

makasih, dan terus istiqomah!! ^_^

Wassalam

mas dosa ga sigh saya minta berhubungan intim kepada istri saya yang hamil 3 bulan…dia menolak setiap kali saya minta kemudian saya marah itu dosa tidak?kemudian saya harus bagaimana?

saya punya istri sudah 10th nikah tetapi istri sya itu slalu melawan dan keras kepala kadang terlintas tuk menduakanya untuk mencari ketenagan,saya sudah usaha semua jalan halus.tlng dng apa jalan keluar+apa dosa istri ku tersebut.trim

Tinggalkan Balasan

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 5 months ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 7 months ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 7 months ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 7 months ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 7 months ago

Arsip

 

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 37,255 hits

Halaman