cahya islam

Kisah Sahabat Rasulullah saw

Posted on: 6 Mei 2009

Jika kita membaca kisah-kisah akan tindakan dan perbuatan para sahabat Rasulullah saw, maka kita akan menemukan banyak sekali perbuatan mereka yang mencerminkan ketaatan para sahabat kepada Allah SWT dan RasulNya. Bahkan, mereka tidak berpikir dua kali untuk mentaati perintah tersebut, meskipun harus mengorbankan harta, atau bahkan nyawanya sekalipun. Bandingkan dengan kita sekarang ini. Kita sering memikirkan untung ruginya saat harus mengeluarkan sedikit harta kita di jalan Allah SWT.

Beberapa kisah berikut ini dapat kita jadikan renungan dan teladan dalam membelanjakan harta kita di jalan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً وَاللّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS Al Baqarah: 245)

Suatu ketika Rasulullah saw. membacakan ayat itu kepada para sahabat. Tiba-tiba Abu Dahdah r.a. berdiri. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, benarkah Allah meminta pinjaman kepada kita?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya, benar.” Abu Dahdah kembali berkata, “Wahai Rasulullah, apakah Dia akan mengembalikannya kepadaku dengan pengembalian yang berlipat-lipat?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya, benar.”

“Wahai Rasulullah, ulurkanlah kedua tangan Anda,” pinta Abu Dahdah r.a. tiba-tiba. Rasulullah saw. balik bertanya, “Untuk apa?” Lalu Abu Dahdah menjelaskan, “Aku memiliki kebun, dan tidak ada seorang pn yang memiliki kebun yang menyamai kebunku. Kebun itu akan aku pinjamkan kepada Allah.” “Engkau pasti akan mendapatkan tujuh ratus lipat kebun yang serupa, wahai Abu Dahdah,” kata Rasulullah saw.

Abu Dahdah mengucapkan takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar!” Lantas ia segera pergi ke kebunnya. Ia mendapati istri dan anaknya sedang berada di dalam kebun itu. Saat itu anaknya sedang memegang sebutir kurma yang sedang dimakannya.

“Wahai Ummu Dahdah, wahai Ummu Dahdah! Keluarlah dari kebun itu. Cepat. Karena kita telah meminjamkan kebun itu kepada Allah!” teriak Abu Dahdah.

Istrinya paham betul maksud perkataan suaminya. Maklum, ia seorang muslimah yang dididik langsung oleh Rasulullah saw. Segera ia beranjak dari posisinya. Ia keluarkan kurma yang ada di dalam mulut anaknya. “Muntahkan, muntahkan. Karena kebun ini sudah menjadi milik Allah swt. Ladang ini sudah menjadi milik Allah swt.,” ujarnya kepada sang anak.

Subhanallah! Begitulah Ummu Dahdah, seorang wanita yang begitu yakin rezeki datang dari Allah swt. dan bersuamikan seorang sahabat Nabi yang begitu yakin akan janji Allah swt. Kalau saja para suami zaman ini punya istri seperti Ummu Dahdah, pasti mereka akan mudah saja berinfak tanpa berpikir dua kali. Kalau saja para istri zaman sekarang punya suami model Abu Dahdah, pasti mereka akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Suatu hari Amiril Mukminin Umar bin Khaththab r.a. dikirimi harta yang banyak. Beliau memanggil salah seorang pembatu yang berada di dekatnya. “Ambillah harta ini dan pergilah ke rumah Abu Ubaidah bin Jarrah, lalu berikan uang tersebut. Setelah itu berhentilah sesaat di rumahnya untuk melihat apa yang ia lakukan dengan harta tersebut,” begitu perintah Umar kepadanya.

Rupanya Umar ingin melihat bagaimana Abu Ubaidah menggunakan hartanya. Ketika pembantu Umar sampai di rumah Abu Ubadah, ia berkata, “Amirul Mukminin mengirimkan harta ini untuk Anda, dan beliau juga berpesan kepada Anda, ‘Silakan pergunakan harta ini untuk memenuhi kebutuhan hidup apa saja yang Anda kehendaki’.”

Abu Ubaidah berkata, “Semoga Allah mengaruniainya keselamatan dan kasih sayang. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat.” Kemudian ia berdiri dan memanggil hamba sahaya wanitanya. “Kemarilah. Bantu aku membagi-bagikan harta ini!.” Lalu mereka mulai membagi-bagikan harta pemberian Umar itu kepada para fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan dari kaum muslimin, sampai seluruh harta ini habis diinfakkan.
Pembantu Umar pun kembali pulang. Umar pun memberinya uang sebesar empat ratus dirham seraya berkata, “Berikan harta ini kepada Muadz bin Jabal!” Umar ingin melihat apa yang dilakukan Muadz dengan harta itu. Maka, berangkatlah si pembantu menuju rumah Muadz bin Jabal dan berhenti sesaat di rumahnya untuk melihat apa yang dilakukan Muadz terhadap harta tersebut.

Muadz memanggil hamba sahayanya. “Kemarilah, bantu aku membagi-bagikan harta ini!” Lalu Muadz pun membagi-bagikan hartanya kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan dari kalangan kaum muslimin hingga harta itu habis sama sekali di bagi-bagikan. Ketika itu istri Muadz melihat dari dalam rumah, lalu berkata, “Demi Allah, aku juga miskin.” Muadz berkata, “Ambillah dua dirham saja.”

Pembantu Umar pun pulang. Untuk ketiga kalinya Umar memberi empat ribu dirham, lalu berkata, “Pergilah ke tempat Saad bin Abi Waqqash!” Ternyata Saad pun melakukan apa yang dilakukan oleh dua sahabat sebelumnya. Pulanglah sang pembantu kepada Umar. Kemudian Umar menangis dan berkata, “Alhamdulillah, segala puji syukur bagi Allah.”

Begitulah para sahabat ketika mendapat harta. Tidak sampai sehari harta itu diinfakkan dengan begitu ringannya.

Suatu hari Thalhah bin Ubaidillah r.a. pulang ke rumah dengan membawa uang sebanyak seratus ribu dirham. Istrinya mendapati raut wajah Thalhah begitu bersedih.

Sang istri bertanya, “Apa yang terjadi padamu, wahai suamiku?” Thalhah menjawab, “Harta yang banyak ini, aku takut jika bertemu dengan Allah, lalu aku ditanya tentang dirham ini satu per satu.”

Istrinya lalu berkata, “Ini masalah yang sangat mudah. Mari kita bagi-bagikan harta ini. Bawalah harta ini dan bagikan kepada para fakir miskin yang ada di Kota Madinah.”

Thalhah pun bersama istrinya meletakkan harta itu di sebuah wadah, lalu membagi-bagikan kepada para fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Setelah itu ia kembali ke rumah dan berkata, “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan diriku bertemu dengan-Nya sedangkan aku dalam keadaan bersih dan suci.”

Subhanallah……….

Begitu mudahnya mereka melepaskan harta yang dimilikinya untuk dibelanjakan di jalan Allah SWT. Tidak sedikitpun para sahabat ini mementingkan kehidupan dunia mereka. Justru sebaliknya, mereka seperti berlomba-lomba menyedekahkan hartanya untuk mencari kehidupan yang lebih baik di akhirat kelak.

Mampu kah (atau lebih tepatnya MAUKAH) kita meneladani apa yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah saw diatas? Semoga saja…………

Wallahu a’lam

www.syahadat.com

About these ads

48 Tanggapan to "Kisah Sahabat Rasulullah saw"

ceritanya belum saya baca, tapi terima kasih karena saya yakin cerita ini sangat bermanfaat dan membawa barokah. AMIN.

saya jadi malu ternyata memang mulia hati sahabat rosul mudah2 saya bisa seperti mereka…
amin.

subhanallah begitu ringannya tangan para sahabat dalam mengeluarkan sedekah….. smoGa kita dpt menjadi bagian dr mereka… amien,,,, thx bgt yah,,,,

begitulah kita seharusnya sebagai umat Islam dan jika kita tidak mampu, cobalah untuk mendekatinya. Dan jika tidak mampu juga cobalah berbuat baik semampu kita dengan tulus dan ikhlaas

ya ALLAH terimakasih

Assalamualaikum…
tolong segera di tanggapi/ditindak lanjuti untuk situs

http://mengenal-islam.forumphp3.com/viewforum.php

karena semua isinya mencela agama islam yaitu ALLAH SWT dan ROSUL SAW

Demikian dan terimakasih

jazakumullah

Mohon juga ditampilkan kisah- kisah lainnya dari para sahabat

mohon izin untuk mensave dan menyebarkan kisah ini kembali kepada saudara se iman.

bagus kisahnya.. di tambah lagi kisah2 lainnya

Jazakumulloh

merekalah generasi terbaik
mereka ridho kepada Alloh dan Alloh pun ridho kepada mereka

Stlah sy membca kisah ini, subhnalah, btpa mereka sngat menikmti ktika hrtax mreka sdkahkan ke yg mbtuhkan. Sya akn brusha menldani perbuatn shbt rasul. Amin Ya Allah.

Aku malu dan aku bertobat Ya Rob.. sungguh mulia para sahabat rosulullah..

mohon kirimakan kisah-kisah wanita yang lebih mencintai materi daripada ketaatan pada suami

alhamdulillah.para sahabat mampu dengan pengorbanan memperejuangkan Agama ALLAH SWT.apalagi RASULALLAH SAW.SEMOGA LIMPAHAN Rahmat kepada Rasulallah ,keluarganya ,sahabat-sahabatny dan kepada wali-walinya,ulama umaroh dan yg tetap setia kepada ajaran Rasulallh Saw.Amiin.dan semoga kita mampu mencontoh sikap-sikap daripada sahabat Saw

Demikianlah para sahabat Rosululloh yg rela mengorbankan jiwa dan harta mereka demi tegaknya agama yg mulia ini. Semoga ALLOH memberikan kita taufiq untuk mengikuti jejak manusia-manusia yg yelah dipilih oleh Alloh untuk mendampingi Nabinya yg mulia Muhammad shollallohu alaihi wasallam.

Subhanallah…andaikan di zaman sekarang ini ada 10 orang yang memiliki sifat yang demikian….

inilah para sahabat nabi yang mempunyai ahklak yabg sangat terpuji mudah mudahan kita bsa mengikuti sedikitnya ahklak yang mulia ini amin

semoga kita bisa seperti sahabat sahabat nabi yang akhlaqnya sangat mulia ini

Alhamdulillah,, setelah membaca kisah sahabat Rasulullah,, s’moga bertambah keimanan dan ketaqwaan ana kepada Allah swt.

subhanallah….
andaikn sja saat skrg ne msh da ky gtu ych,,,,,,

izinkan saya tk mensave cerita islami ni diblog saya
saya berniat tk mengshare ke sahabat seiman yang lainnya
jazakumulloh khoiran katsiron
amiiiin

subhanallah terharu….

Semoga Allah memberikan tempat yg baik kpd para sahabat rasulullah saw. Kerna merekalah generasi awal yg menjaga dan melestarikan agama Islam ini. Merekalah yg lebih dulu bersaksi “Tiada Tuhan selain Allah dan muhammad rasul Allah”

smwa sahbt rasul idola ku
dan aku adalah penerus selanjutnya amiin

Ya Allah tiada daya dan upaya hmb utk menaati smw printah Mu kecuali dngn izin Mu, jdkn lah hmb sahabat nbi zmn skrg yg ikhlas tanpa ad riya sedikitpun utk mendermakan harta,jiwa hmba ya rabb…
Aamiin..

Smoga menjadi pembelanjaran bagi kitakita semua

ahklak para sahabat rosulluloh saw sungguh samgat luarbiasa yang jarang pada masa ini yang menggamalkan ahklak tersebut mudah-mudahan kita sedikit demi sedikit bisa menggikuti akhlak yang mulia ini

“{Wahai saudaraku yang ber iman}”Sesungguhnya telah ada padaRosululloh itu suri tauladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharapAllah danhari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

Alhmdllh,,, Aku bisa membaca cerita ini… Shalawat dan salam untukmu wahai Rasulullah, beserta Keluarganya, dan para Sahabatnya.

tangan di atas lebih baik dari pada tangan d bawah..

subhanAllah syukron ilmux …

Luar biasa akhlaq para sahabat..! Dibandingkan saat ini jelas jauh berbeda. Masalahnya bukan saja karena kurangnya kerelaan Ummat berkorban, tapi juga tidak ada lagi orang yg bisa dipercaya. Tak terkecuali ustad, ulama, kyai, dll. Rata2 mereka tidak berbeda dengan selebritis atau politikus. Masuk TV jadi selebritis, punya massa menarik ummatnya untuk memihak golongan tertentu. Kloplah jaman edan ini…

subhanallah,,,,sungguh mulia aklak para sahabat rasulullah saw.

Allah Yarhamhum. alfatihah.

Subhaanallooh.

subhanallah.
smoga jd teladan untuk para pemimpin qt,yg msh tertidur nyenyak ketika mendengar tangis bayi yg lapar,, Allahu akbar..Allahu akbar.. mudah kanlah urusan kami,jauh kan dr sifat kikir.. amin

Ayoooo Sebarrrr Mumpung kaya…Mumpung Masih Sehattt..Sebarrrr

subhanallah….sungguh teladan yang baik..kalau di bolehkan,,ijin copas ceritanya..

sungguh luar biasa, benar-benar para sahabat rosul, semoga kita semua bisa mencontohnya. aamiin,,,

semoga qta termasuk
orang yg di rindukan syurga,

allahu akbar….
zmoga bs mmjadi suri tauladan di antara kita…amiiin..
Mhon di tambah lg dngan kisah para sahabat yg lain.

Allahu Akbar…..
Zmoga dpt mnjadi suri tauladan diantara kita….
Mhon di tambah dengan kisah sahabat yang lainya…..

Inilah zaman keemasan umat islam, yaitu zaman rasulullah dan khulafaurrasyidin bukan zaman dinasti umayah juga bukan zaman dinasti abbasiyah

allohu akbar.

Allohuma sholi’ala sayyidina muhammad,,,,,trmksh untk artikel pnh pngetahuan yg tmbuhkn keimanan ini,,smga Alloh brikan keridhoanNYA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Status YM Saya

Kategori

Renungan di Twitter

  • Sesungguhnya menyambung tali silaturahmi itu adalah kunci kelapangan rizki dan dipanjangkannya umur (HR. Bukhari, shahih) 5 years ago
  • .....dan tiada taufiq bagiku melainkan dari Allah swt.... 5 years ago
  • "Sampaikanlah walau satu ayat" 5 years ago
  • Brngsiapa mncintai krn Allah,membnci krn Allah,memberi krn Allah,& mnahan pmberian krn Allah, sngguh ía tlh rnnympurnakn imanya(HR.Abu Daud) 5 years ago
  • “Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya.” (HR. Abu Daud dan AT-Tirmizi) 5 years ago

Arsip

Mei 2009
J S M S S R K
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik Blog

  • 1,026,182 hits

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: